Arus Penumpang Tembus 740 Ribu Orang, Kinerja Pelabuhan Parepare Meroket Hingga September 2026

BERANDANEWS — Parepare, Gelombang mobilitas masyarakat dan lalu lintas barang di Sulawesi Selatan menunjukkan tren yang kian menggeliat.

Pelabuhan Parepare, yang menjadi salah satu urat nadi transportasi laut dan logistik di kawasan ini, mencatatkan pertumbuhan kinerja operasional yang sangat positif sepanjang periode hingga September 2026.

Tak sekadar deretan angka statistik, lonjakan ini mencerminkan tingginya aktivitas warga yang merajut konektivitas antarpulau, serta denyut transaksi ekonomi yang makin membaik di tingkat tapak.

Capaian mengembirakan tersebut dipaparkan langsung oleh General Manager Pelindo

Regional 4 Parepare, Darwis, di hadapan sekitar 80 jurnalis lintas media asal Makassar dan Parepare. Para insan pers diajak melihat secara langsung dari dekat “dapur” aktivitas kepelabuhanan melalui ajang Media Port Visit ke Pelabuhan Garongkong dan Pelabuhan Parepare, Kamis (15/10/2026).

Ratusan Ribu Orang Merajut Asa lewat Jalur Laut

Sisi paling menyentuh dari peningkatan kinerja ini terlihat pada arus penumpang. Hingga September 2026, tercatat sebanyak 741.759 orang melintas melalui Pelabuhan Parepare.

Angka ini melonjak tajam 18 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di angka 628.515 jiwa.

Ratusan ribu lalu lalang manusia tersebut menegaskan betapa krusialnya peran Pelabuhan Parepare sebagai jembatan silaturahmi, pusat mobilitas pekerja, hingga penggerak roda kehidupan masyarakat pesisir Sulawesi Selatan.

Tak hanya manusia, lalu lintas barang dan peti kemas pun mengalami kenaikan signifikan. Arus peti kemas menembus 8.254 box (tumbuh 14,9%) atau setara 9.401 TEUs (naik 18,8%).

Sementara itu, barang nonpetikemas yang diangkut mencapai 854.703,89 ton/m³, meroket 15,4 persen dibanding tahun lalu.

Dari sisi kunjungan kapal, tercatat ada 1.282 call dengan volume tonase mencapai 6,53 juta GT, menandakan kapal-kapal bertonase besar kian intensif merapat di dermaga Parepare.

“Pertumbuhan pada sejumlah indikator ini menjadi capaian yang sangat positif. Kami berkomitmen untuk terus menjaga kualitas pelayanan agar distribusi barang dan konektivitas transportasi laut warga berjalan lancar tanpa hambatan,” ujar Darwis penuh optimistis.

Transparansi di Balik Layar: Gandeng Pers Tunjukkan Realita Pelabuhan

Di sisi lain, kegiatan Media Port Visit ini menjadi momentum penting bagi Pelindo untuk membuka pintu transparansi publik. Para wartawan diajak menyaksikan langsung hiruk-pikuk pelayanan bongkar muat, manuver kapal, hingga ketatnya penjagaan rantai pasok logistik di Pelabuhan Garongkong dan Parepare.

Division Head Pelayanan SDM dan Umum Pelindo Regional 4, Deby Rahmad Wicaksono, menyebut bahwa pers adalah jembatan informasi yang sangat krusial antara pengelola pelabuhan dan masyarakat luas.

“Kami ingin membangun hubungan yang hangat dengan rekan-rekan media sekaligus mengajak melihat langsung bagaimana pelabuhan ini bekerja siang dan malam menggerakkan roda ekonomi daerah. Informasi yang akurat dan berimbang sangat penting agar publik memahami betapa vitalnya peran pelabuhan bagi kehidupan sehari-hari mereka,” pungkas Deby.(*)