Appi Hengkang ke Demokrat, IAS Resmi Tunjuk Supriansa Jadi Plt Ketua Golkar Makassar

BERANDANEWS — Makassar, DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan bergerak cepat mengisi kekosongan struktur usai mundurnya Munafri ‘Appi’ Arifuddin yang menyeberang ke Partai Demokrat.

Ketua DPD I Golkar Sulsel, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), resmi menunjuk Supriansa sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD II Partai Golkar Kota Makassar.

Keputusan penunjukan tersebut ditetapkan dalam Rapat Pengurus Harian DPD I Partai Golkar Sulsel yang digelar di Makassar, Jumat (9/10/2026).

Surat Keputusan (SK) diserahkan langsung oleh IAS kepada Supriansa. Dalam menjalankan roda organisasi, Supriansa bakal didampingi oleh Arifin Manji yang ditunjuk sebagai Sekretaris Plt.

“SK pelaksana tugas DPD II Golkar Makassar ini berlaku hingga pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Makassar,” tegas IAS di sela-sela penyerahan SK.

Mandat Mengawal Konsolidasi dan Musda Makassar

Penunjukan Supriansa—yang saat ini juga mengemban amanah sebagai Ketua Harian DPD I Partai Golkar Sulsel—menjadi langkah taktis guna meredam dampak dinamika politik usai kepindahan Wali Kota Makassar ke partai bintang mercy.

Supriansa diberi tugas utama mengonsolidasikan seluruh lini organisasi, memelihara soliditas para kader, serta menyiapkan gelaran Musda Golkar Makassar untuk memilih ketua definitif.

“Konsolidasi internal menjadi agenda penting untuk memastikan struktur partai di ibu kota Sulsel ini tetap solid dan siap menghadapi dinamika politik ke depan,” ujar pengurus DPD I Golkar Sulsel.

Rekam Jejak Supriansa: Mantan Wabup Soppeng Hingga Anggota DPR RI

Penunjukan Dr. Supriansa, S.H., M.H., dinilai tepat lantaran pengalaman panjangnya di jagat politik daerah maupun nasional.

Pria kelahiran Soppeng, 31 Desember 1972, yang dibesarkan dari iklim aktivis Fakultas Hukum UMI Makassar ini pernah mengemban amanah sebagai Wakil Bupati Soppeng.

Selanjutnya, Supriansa terpilih menjadi Anggota DPR RI Periode 2019–2024 di Komisi III yang membidangi Hukum, HAM, dan Keamanan.

Di tingkatan partai, mantan Ketua Bakumham DPP Golkar ini dipandang memiliki kapasitas hukum dan manajerial yang matang untuk mengawal masa transisi kepemimpinan Golkar Kota Makassar hingga Musda mendatang.(*)