Anjuran Memotong Kuku di Hari Jumat

90
Anjuran Memotong Kuku di Hari Jumat

Memotong kuku dan mencabut bulu rambut hukumnya sunnah bagi pria dan wanita. Kuku dan rambut merupakan bagian tubuh manusia yang tidak berhenti tumbuh setiap harinya. Meski diantara kita menjadi hal kurang diperhatikan soal kebersihan kuku seolah disepelekan banyak orang. Beberapa orang malas membersihkan atau memotong kuku

Sabda Nabi Muhammad SAW,

“Abu hurairoh berkata, Saya mendengar nabi bersabda perkara fitrah ada lima, berkhitan, mencukur bulu kemaluan, menggunting kumis, menggunting kuku dan mencabut bulu ketiak” (H.R Al-Bukhari : 5891 dan Muslim : 257).

Sebagian sahabat dan tabi’in mempunyai kebiasaan memotong kuku di hari Jumat. Tabi’in dalam bahasa Arab har yaitu pengiku yang artinya adalah orang Islam awal yang masa hidupnya setelah para Sahabat Nabi dan tidak mengalami masa hidup Nabi Muhammad. Usianya tentu saja lebih muda dari Sahabat Nabi.

Terdapat beberapa riwayat dari para sahabat dan tabi’in bahwa mereka memiliki kebiasaan memotong kuku di hari Jumat. Di antara riwayat tersebut adalah:

– Disebutkan oleh Al-Baihaqi dalam Sunan Al-Kubra, 3:244; dari Nafi’, bahwa Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma terbiasa memotong kuku dan memangkas kumis pada hari Jumat.
– Disebutkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushannaf, 2:65; dari Ibrahim, bahwa beliau menceritakan, “Orang-orang memotong kuku mereka pada hari Jumat.”
– Diriwayatkan oleh Abdurrazaq dalam Al-Mushannaf, 3:197; bahwa Muhammad bin Ibrahim At-Taimi–salah seorang tabi’in–mengatakan, “Siapa saja yang memotong kukunya pada hari Jumat dan memendekkan kumisnya maka dia telah menyempurnakan hari Jumatnya.”

Di sisi lain, sebagian ulama memberikan kelonggaran dalam menentukan hari memotong kuku. Seseorang disyariatkan untuk memotong kuku kapan pun dia membutuhkan. Hanya saja, tidak boleh dibiarkan sampai melebihi 40 hari.

Berdasarkan pendapat Imam An-Nawawi dan Al-Hafizh Ibnu Hajar. Dasarnya adalah hadis dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu. Beliau mengatakan,

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan batasan waktu kepada kami untuk memotong kumis, memotong kuku, mencabuti bulu ketiak, dan mencukur bulu kemaluan, agar tidak dibiarkan lebih dari empat puluh hari,” (HR. Muslim, Abu Daud, dan an-Nasa’i). (*)