Isu Dugaan Praktik Tangkap Lepas Pelaku Narkoba mencuat di Sidrap

Ilustrasi Narkoba

BERANDANEWS – Sidrap, Isu dugaan praktik “tangkap lepas” terhadap 11 terduga pelaku narkoba yang mengaku sebagai aparat dari Polda Sulsel menghebohkan warga Kabupaten Sidrap.

Pasalnya kasus ini viral setelah dokumentasi tangkapan layar pemberitaan di salah satu media online beredar luas, meski laman berita tersebut diduga telah dihapus atau mengalami error 404.

Dalam informasi tangkapan layar yang beredar, peristiwa itu disebut terjadi di Dusun Makkadae, Desa Lainungan, Kecamatan Watang Pulu, Sabtu (09/05/2026) malam.

Pengamanan 11 terduga pelaku tersebut ditangkap saat operasi senyap yang dilakukan sejumlah pria misterius berpakaian preman. Dari operasi tersebut, turut disebut diamankan barang bukti berupa 62 butir pil ekstasi.

Namun, publik mulai curiga setelah para terduga pelaku disebut tidak pernah muncul dalam proses hukum resmi. Tidak ada rilis penangkapan, tidak ada konferensi pers, bahkan tidak ada informasi penahanan sebagaimana lazimnya pengungkapan kasus narkotika.

Warga justru dikejutkan dengan kabar bahwa para terduga pelaku disebut dilepaskan kembali setelah sempat diamankan selama dua hari di salah satu BTN di wilayah Pangkajene, Sidrap.

Yang lebih mengejutkan, beredar dugaan adanya aliran uang sebesar Rp139 juta agar para terduga pelaku dapat dibebaskan.

Menanggapi hal tersebut, Kapolsek Watang Pulu, IPTU Jamaluddin, mengaku belum mengetahui secara pasti terkait informasi yang beredar tersebut. Ia mengatakan pihaknya baru menerima informasi dari masyarakat.

“Belum tahu itu, nanti kami lidik. Karena biasanya kalau anggota dari Polda atau Polres yang melakukan penangkapan pasti ada pemberitahuannya,” ujarnya, Kamis (14/5/2026).

Sejumlah sumber menyebut beberapa nama yang sempat diamankan masing-masing berinisial LA, CA, FA, RA, dan AS. Sebagian di antaranya disebut berasal dari Kabupaten Pinrang dan wilayah Tanru Tedong, Sidrap.

Kini, kasus dugaan aparat “siluman” itu menjadi sorotan tajam warga Sidrap. Publik mendesak Kapolda Sulsel turun tangan membentuk tim khusus guna mengusut dugaan tangkap lepas dan isu setoran ratusan juta rupiah tersebut.

Warga juga meminta aparat mengungkap identitas pria-pria berpakaian preman yang melakukan pengamanan, termasuk memastikan apakah benar mereka bagian dari institusi resmi atau hanya oknum yang membawa nama kepolisian.

Jika dugaan tersebut terbukti benar, masyarakat menilai kasus ini dapat menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum, khususnya dalam pemberantasan narkotika di Sulawesi Selatan.(*)