Potensi Hujan di Berbagai Wilayah Indonesia dan Imbauan Gelombang Bagi Nelayan Sulsel-NTT

Ilustrasi Cuaca Ekstrim di Makassar

BERANDANEWS — Makassar, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di seluruh Indonesia, khususnya di wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel), untuk tetap mewaspadai dinamika cuaca harian.

Pada Kamis (29/10/2026), BMKG memprakirakan potensi hujan sedang hingga lebat di beberapa kota besar, sementara kondisi berawan tebal hingga udara kabur mendominasi wilayah Sulawesi.

Prakirawan BMKG, Lintang, menjelaskan bahwa terbentuknya sirkulasi siklonik di perairan utara Aceh memicu daerah konvergensi dan perlambatan angin yang mendukung pertumbuhan awan-awan hujan di sejumlah titik wilayah Indonesia.

“Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir diprakirakan terjadi di beberapa daerah seperti Padang, Jambi, Tanjung Pinang, Bengkulu, dan Jakarta. Sementara wilayah lain berpotensi mengalami hujan ringan hingga kondisi berawan,” ungkap Lintang dalam siaran rutin BMKG dari Jakarta.

Cuaca di Sulawesi
Makassar Berawan Tebal, Kendari Udara Kabur. Untuk pulau Sulawesi, BMKG memprakirakan variasi cuaca yang cukup beragam.

Di Sulawesi Selatan dan sekitarnya, masyarakat diminta menyesuaikan aktivitas harian dengan kondisi langit yang sebagian besar diselimuti awan tebal.

Secara khusus, Kota Makassar diprakirakan mengalami kondisi berawan tebal sepanjang hari. Kondisi serupa juga berpeluang terjadi di wilayah Palu dan Manado.

Sementara itu, hujan ringan diprakirakan turun di wilayah Mamuju, adapun Gorontalo berpotensi diselimuti asap/kabut, serta Kendari mengalami udara kabur.

Di tengah kondisi cuaca yang relatif kering dan berawan tebal ini, BMKG memberikan peringatan khusus kepada warga Sulsel untuk tetap mewaspadai risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan yang masih mengintai area perkebunan dan permukiman.

Peringatan Gelombang Tinggi Bagi Nelayan dan Pelayaran Sulsel

Tak hanya cuaca darat, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terkait keselamatan maritim. Sektor kelautan di sekitar perairan selatan Indonesia, termasuk perairan yang berbatasan langsung dengan Sulawesi Selatan, mengalami peningkatan tinggi gelombang.

Gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter diprakirakan berpotensi terjadi di perairan selatan Banten hingga Nusa Tenggara Timur (NTT), Laut Bali, Samudra Hindia barat Sumatera, Laut Maluku, serta Samudra Pasifik utara Maluku dan Papua.

Para nelayan, pengelola transportasi penyeberangan, serta masyarakat pesisir di Sulawesi Selatan yang hendak melaut diimbau untuk rutin memantau pembaruan (update) informasi cuaca BMKG guna mengantisipasi perubahan gelombang secara mendadak demi keselamatan jiwa.(*)