BERANDANEWS — Jakarta, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk tetap waspada menghadapi potensi perubahan cuaca secara mendadak.
BMKG memprakirakan hujan dengan intensitas ringan hingga hujan lebat disertai petir bakal membasahi sejumlah kota besar di Indonesia pada Ahad (25/10/2026).
Prakirawan BMKG, Nazmi Nariyah, menyampaikan bahwa wilayah Kota Makassar, Padang, Bandung, Semarang, dan Yogyakarta termasuk dalam deretan kota utama yang berpotensi diguyur hujan ringan.
“Potensi hujan ringan juga diprakirakan terjadi di Pangkalpinang (Bangka Belitung), Palangkaraya (Kalteng), Banjarmasin (Kalsel), Manado (Sulut), Ambon, Sorong, Nabire, hingga Jayapura,” ujar Nazmi dalam siaran prakiraan cuaca di kanal YouTube resmi BMKG di Jakarta, Ahad pagi.
Ancaman Hujan Petir hingga Kabut Asap di Sejumlah Daerah
Selain hujan ringan, BMKG memprakirakan cuaca ekstrem berupa hujan disertai petir berpotensi melanda wilayah Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Jambi, Tanjungpinang, dan Palembang. Potensi serupa juga membayangi Tanjung Selor, Mamuju, Jayawijaya, serta Merauke.
Sementara itu, kondisi berawan tebal diprediksi menyelimuti kota Bengkulu, Surabaya, Kupang, dan Ternate. Bagi wilayah Serang, Jakarta, dan Mataram, BMKG mengingatkan adanya potensi kondisi udara kabur.
BMKG turut menyoroti fenomena asap atau kabut yang membatasi jarak pandang di sejumlah wilayah, seperti Bandar Lampung, Denpasar, Pontianak, Samarinda, Palu, Gorontalo, Kendari, hingga Manokwari.
Peringatan Gelombang Tinggi 4 Meter dan Banjir Rob
Di sektor maritim, BMKG melayangkan peringatan dini bagi para nelayan dan penyedia transportasi laut untuk mewaspadai ancaman gelombang tinggi mencapai 2,5 hingga 4 meter. Risiko gelombang tinggi ini berpotensi terjadi di perairan Samudra Hindia sebelah barat Aceh hingga Lampung, serta Samudra Hindia selatan Banten hingga Nusa Tenggara Timur (NTT).
Tak hanya itu, masyarakat pesisir di Sumatera Utara, Sumatera Barat, DKI Jakarta, Jawa Barat, Bali, dan Nusa Tenggara Barat (NTB) diminta menyesuaikan jadwal aktivitas harian mengingat adanya potensi fenomena banjir pesisir (rob).
“Meskipun secara umum cuaca kering masih mendominasi di beberapa kawasan, potensi hujan sedang hingga lebat secara lokal tetap dapat terjadi secara tiba-tiba,” imbau Nazmi.
Masyarakat juga diimbau untuk mewaspadai ancaman kebencanaan ganda, mulai dari risiko kekeringan hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta disarankan untuk selalu memperbarui informasi cuaca melalui aplikasi dan kanal resmi BMKG.(*)





