Soal Teror Geng Motor, Kapolda Sulsel Minta Orang Tua Awasi Anak dan Manfaatkan Layanan Darurat 110

Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol Awal Chairuddin.

BERANDANEWS — Makassar, Maraknya aksi teror geng motor dan tawuran antarkelompok yang merenggut nyawa warga tak berdosa di Kota Makassar membuat Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol Awal Chairuddin, meradang.

Jenderal bintang dua yang baru menjabat ini menegaskan tidak akan memberikan toleransi sedikit pun kepada para pelaku kejahatan jalanan yang kian meresahkan masyarakat.

Dalam bincang media di Aula Mapolda Sulsel, Irjen Pol Awal Chairuddin menginstruksikan seluruh jajarannya untuk mengambil tindakan paling tegas di lapangan demi melindungi keselamatan jiwa warga.

“Saya sampaikan, kalau ada yang seperti itu (geng motor dan tawuran), kita akan tindak! Mulai dari langkah lunak, agak keras, keras, sampai keras sekali. Karena perbuatan mereka sudah mengancam dan membahayakan jiwa orang lain,” tegas Irjen Pol Awal Chairuddin di Mapolda Sulsel, Makassar, Senin (19/10/2026).

Salah satu poin krusial yang disoroti Mantan Perwira yang pernah bertugas di daerah konflik Ambon dan Poso ini adalah maraknya penggunaan senjata tajam jenis anak panah (busur) yang dijual dengan harga terjangkau di tengah masyarakat.

Merespons fenomena membahayakan tersebut, Kapolda telah memerintahkan seluruh Kapolres dan Polsek jajaran untuk merazia dan menindak tegas industri rumahan atau pengrajin busur.

“Sekarang sudah saya perintahkan seluruh Polres merazia tempat pembuatan busur-busur itu. Katanya dijual Rp20 ribu per beberapa biji, dan ternyata ada pengrajinnya. Kita tumpas nanti!” ungkapnya dengan nada tegas.

Sentil Peran Orang Tua dan Optimalkan Call Center 110

Berdasarkan data kepolisian, kasus bentrokan fisik yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir telah menelan korban jiwa, seperti insiden berdarah di wilayah Kecamatan Tallo dan Jalan Rajawali. Banyak warga asing yang melintas menjadi korban salah sasaran akibat hantaman anak panah busur.

Kendati puluhan pelaku telah ditangkap dan razia kendaraan rutin digelar, aksi geng motor belum sepenuhnya reda. Oleh karena itu, Kapolda menekankan pentingnya benteng pengawasan dari keluarga.

“Polisi tidak mungkin mengurus satu per satu anak yang kelayapan malam hari. Peran orang terdekat orang tua, keluarga, tetangga, dan lingkungan sangat diperlukan untuk mengawasi aktivitas mereka agar tidak terjerumus ke tindak pidana,” paparnya.

Kapolda juga mengimbau warga Makassar untuk aktif melapor jika melihat kerumunan pemuda mencurigakan atau konvoi geng motor dengan memanfaatkan layanan telepon darurat gratis Call Center 110.

“Silakan hubungi 110, apapun bentuk laporannya apakah tawuran, kecelakaan, atau ancaman kriminalitas. Petugas di Polsek dan Polres terdekat akan merespons cepat dan mendatangi TKP,” pungkasnya.(*)