BERANDANEWS — Makassar, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Selatan memperketat pengawasan dan sistem kewaspadaan dini menyusul terpantaunya peningkatan aktivitas virus Influenza A secara nasional.
Langkah antisipasi ini disiagakan untuk mencegah penularan penyakit di wilayah Sulawesi Selatan.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel, dr. Evi Mustikawati Arifin, mengungkapkan bahwa pihaknya bergerak cepat mengikuti instruksi Kementerian Kesehatan untuk memperkuat surveilans penyakit serupa influenza (Influenza-Like Illness/ILI) dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) berat.
“Langkah ini dilakukan melalui penguatan surveilans dan kesiapsiagaan fasilitas pelayanan kesehatan untuk mengantisipasi kemungkinan peningkatan kasus,” terang dr. Evi di Makassar, Ahad (4/10/2026).
Evi menegaskan, hingga awal Oktober 2026, Dinkes Sulsel belum menemukan adanya kasus konfirmasi Influenza A di wilayahnya. Meski tren nasional masih dalam rentang kewaspadaan musiman dan belum mengkhawatirkan, kesiapsiagaan deteksi dini di tingkat puskesmas hingga rumah sakit tetap ditingkatkan.
Ia juga meluruskan anggapan publik yang kerap mengaitkan tren influenza dengan cuaca panas atau fenomena iklim.
Menurutnya, influenza murni dipicu oleh paparan virus yang memiliki siklus musiman, meski cuaca ekstrem memang dapat menurunkan daya tahan tubuh akibat dehidrasi dan kelelahan.
Guna menunjang kesiapan medis, Kementerian Kesehatan telah mempercepat distribusi cadangan antivirus seperti Oseltamivir ke berbagai faskes. Namun, masyarakat diimbau keras untuk tidak melakukan panic buying atau memborong obat-obatan secara bebas.
“Oseltamivir bukan untuk konsumsi massal dan wajib berdasarkan resep serta indikasi medis dari dokter. Kami mengimbau masyarakat tetap tenang, menjaga daya tahan tubuh, serta konsisten menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS),” pungkasnya.(*)





