Cetak 6 Gol Tapi Kebobolan 8 Kali! Netizen Kompak Soroti Bobroknya Pertahanan PSM Makassar

BERANDANEWS — Makassar, Lini serang tajam rupanya belum cukup bagi PSM Makassar untuk mengamankan poin penuh di awal musim Super League 2026/2027.

Meski sukses mengemas 6 gol dari tiga pertandingan awal, skuad Juku Eja justru terdampar tanpa kemenangan usai lini pertahanan mereka secara rapuh kebobolan 8 gol.

Catatan buruk tersebut memicu gelombang kritik dari para pendukung setia PSM di media sosial. Usai bermain imbang 2-2 melawan Persita Tangerang dan 3-3 kontra Arema FC di kandang sendiri, netizen menilai Rapuhnya benteng pertahanan menjadi muara utama kegagalan PSM meraih kemenangan.

Beberapa suporter secara terbuka meminta pelatih Darije Kalezic segera merombak susunan pemain di barisan belakang.

“Bagian belakang saja perbaiki sama tengah, bagian depan sudah oke,” tulis Dipa Tarkas dalam kolom komentar di Facebook Ahad (20/9/2026)

Suporter lainnya, Edy Leo dan Ardiansyah Jasmani, turut mendesak rotasi pemain.

“Lini pertahanan PSM selalu gampang dilewati, apalagi kiper. Tiga laga sudah kebobolan 8 gol,” sorot Ardiansyah.

Tak hanya sektor tengah pertahanan, netizen bernama Mattula Ada memberikan analisis lebih mendalam mengenai lubang di sisi kiri pertahanan yang ditempati Mufli dan Akbar. Ia juga menggarisbawahi fisik pemain yang kedapatan cepat terkuras di pertengahan laga.

“Gol selalu bermula dari sisi kiri. Pemain PSM kali ini seperti cepat capek dan lesu darah dibanding lawannya. Starting XI sebaiknya diisi pemain yang turun di babak kedua,” tulisnya.

Kekecewaan suporter memuncak mengingat PSM sudah dua kali gagal memanfaatkan status tuan rumah di Stadion Gelora BJ Habibie.

Ungkapan kekecewaan seperti “Parah ini sudah dua kali kandang tidak pernah menang,” hingga desakan evaluasi total pelatih kerap menggema.

Secara statistik, PSM sebenarnya memiliki produktivitas gol yang memadai dengan rata-rata mencetak 2 gol per pertandingan.

Namun, ketidakseimbangan transisi bertahan dan menurunnya stamina selama 90 menit membuat keunggulan yang dibangun kerap sirnah begitu saja.

Kini bola panas berada di tangan Darije Kalezic. Laga mendatang tak sekadar menjadi perburuan tiga poin perdana, melainkan ujian pembuktian untuk menambal benteng pertahanan serta mengembalikan kepercayaan para pendukung Juku Eja.(*)