Cara Prabowo Atasi Geopolitik Global: Dari Singkong, Kelapa Sawit, Hingga Sumur Minyak Siap Dioptimalkan!

Presiden Prabowo Subianto

BERANDANEWS – Jakarta, Di tengah pusaran dinamika geopolitik global dan ketidakpastian ekonomi dunia, Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan tekad bulatnya untuk membawa Indonesia berdiri di atas kaki sendiri dalam hal kebutuhan daya. Melalui optimalisasi kekayaan alam Nusantara, pemerintah siap memutus ketergantungan pada pasokan energi impor demi memperkokoh benteng ketahanan nasional.

Langkah strategis tersebut dimatangkan saat Presiden Prabowo memimpin langsung Sidang Dewan Energi Nasional (DEN) bersama jajaran Menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (17/9/2026).

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa Presiden menaruh perhatian besar pada kemandirian energi sebagai kunci kedaulatan bangsa.

“Kemandirian energi nasional harus dibangun dari kekuatan dan sumber daya yang dimiliki Indonesia sendiri. Presiden Prabowo menegaskan pentingnya mencapai swasembada energi dan mengurangi ketergantungan terhadap pasokan energi luar negeri,” tegas Seskab Teddy dalam keterangan resminya, Jumat (18/9/2026).

Dalam sidang tersebut, Menteri ESDM sekaligus Ketua Harian DEN Bahlil Lahadalia memaparkan sejumlah terobosan konkret. Pemerintah akan mempercepat pemanfaatan komoditas lokal seperti kelapa sawit, jagung, singkong, tebu, hingga batu bara, panas bumi, dan energi surya.

Langkah agresif di antaranya mencakup pengembangan bahan bakar nabati B50 dan E50, penggenjotan kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hingga 100 gigawatt peak (GWp) dalam tiga tahun, hingga pengaktifan kembali sumur-sumur minyak nasional.

Tak hanya itu, pemerintah juga menyusun peta jalan terukur untuk merealisasikan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) sebagai bagian dari penguatan bauran energi hijau masa depan.

Bagi Presiden Prabowo, swasembada energi bukan sekadar hitung-hitungan angka pasokan pasif, melainkan perisai utama agar Indonesia memiliki ruang gerak yang bebas dan berdaulat dalam menentukan arah pembangunannya di panggung dunia.(*)