BERANDANEWS – Makassar, Pengendara yang kerap melintasi batas Kota Makassar dan Kabupaten Gowa kini bisa bernapas lega. Jalan Aroepala yang selama berdirinya terkenal sebagai langganan lubang dan kerusakan akibat genangan air, kini resmi memasuki babak baru setelah rampung disulap menggunakan konstruksi beton bertulang.
Proyek perbaikan berjangka melalui program Multi Years Project (MYP) Pemprov Sulsel tersebut menunjukkan hasil nyata. Berdasarkan pantauan langsung di lokasi, dua lajur arah menuju Kabupaten Gowa telah dibuka penuh dan membuat arus kendaraan mengalir jauh lebih lancar dibandingkan sebelumnya.
Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulsel, Andi Ihsan, membeberkan bahwa untuk arah sebaliknya menuju Kota Makassar, pembukaan jalan dilakukan secara bertahap demi menjaga mutu fisik konstruksi.
“Sebagian lajur masih ditutup karena umur betonnya belum mencukupi. Pembukaan dilakukan bertahap mempertimbangkan kekuatan konstruksi. Jika sudah mencapai usia 29 hingga 35 hari, seluruhnya akan dibuka total,” jelas Andi Ihsan, Kamis (16/9/2026).
Jalan Aroepala ditangani sepanjang 1,8 kilometer dengan spesifikasi teknis tidak main-main. Total ketebalan beton mencapai 40 sentimeter—terdiri dari lean concrete (beton dasar) 10 sentimeter dan concrete pavement (beton utama) setebal 30 sentimeter.
Keputusan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman untuk mengganti lapisan aspal menjadi rigid pavement (beton semen) merupakan langkah strategis untuk menghentikan pemborosan anggaran daerah. Selama ini, lapisan aspal di ruas vital tersebut selalu terkelupas akibat terendam banjir saban musim hujan.
“Kalau terus menggunakan aspal, biaya pemeliharaannya menjadi sangat tinggi. Padahal anggaran pembangunan berasal dari uang pajak masyarakat. Karena itu, kami memilih rigid beton agar lebih awet dan efisien,” tegas Ihsan.
Tak hanya menggenjot badan jalan, Pemprov Sulsel juga membenahi trotoar pejalan kaki lebar 2,5–3,5 meter serta membangun drainase berdiameter 1,2 meter yang langsung mengalir ke kanal utama. Integrasi ini diharapkan menjadi jawaban tuntas atas penderitaan warga dan pengendara yang bertahun-tahun terjebak kemacetan dan jalan rusak.(*)





