BERANDANEWS – Makassar, Mobilitas warga Kota Makassar, Sulawesi Selatan, diproyeksikan mengalami kelumpuhan hebat hari ini, Kamis (10/9/2026).
Ratusan massa buruh yang tergabung dalam Kesatuan Serikat Pekerja Nasional (KSPN) akan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di sejumlah urat nadi lalu lintas kota.
Aksi demonstrasi ini dipusatkan di tiga titik vital, yakni sepanjang Jalan AP Pettarani, depan Kantor Gubernur Sulsel di Jalan Urip Sumohardjo, serta Kantor DPRD Provinsi Sulsel.
Kehadiran gelombang massa tersebut berpotensi memicu kemacetan parah yang dapat memperburuk kondisi jalanan. Situasi dikhawatirkan kian kacau lantaran penumpukan kendaraan aksi berbaur langsung dengan antrean panjang warga di pangkalan gas LPG dan SPBU yang hingga kini masih mengular akibat krisis pasokan energi.
Dalam aksinya, KSPN membawa tiga tuntutan krusial terkait kebijakan ketenagakerjaan nasional:
Upah Minimum Sektoral Nasional (UMSN) Desakan penerapan standar upah nasional guna menekan jurang ketimpangan kesejahteraan pekerja antardaerah.
Badan Pengawas Ketenagakerjaan Nasional Pembentukan lembaga pengawas independen di bawah Presiden untuk menindak tegas pengusaha nakal tanpa hambatan birokrasi.
RUU Pelindungan Ketenagakerjaan
Memastikan poin reformasi pengupahan dan pengawasan masuk secara permanen dalam regulasi baru.
Langkah pengerahan massa ke jalan raya dan gedung parlemen dipilih untuk mengawal langsung penyusunan aturan agar aspirasi pekerja tidak diabaikan pemerintah.
Meski memahami urgensi tuntutan buruh, masyarakat luas diimbau untuk mencari jalan alternatif. Penumpukan kendaraan di titik-titik krusial dikhawatirkan melumpuhkan akses ke fasilitas umum dan memperlambat aktivitas ekonomi warga Makassar sepanjang hari ini.(*)





