BERANDANEWS – Makassar, Drama mepetnya waktu persiapan melanda PSM Makassar menjelang kick-off Super League 2026/2027. Di saat kompetisi bakal dibuka lewat laga Arema FC melawan Isenmulang FC pada Jumat (4/9/2026), Juku Eja tercatat sebagai satu-satunya klub yang belum sepenuhnya terbebas dari sanksi FIFA.
Berdasarkan data FIFA Registration Ban per Senin (1/9/2026), PSM masih menyisakan satu dari dua sanksi larangan pendaftaran pemain selama tiga periode transfer. Sanksi ini menjadi tembok tebal bagi Pasukan Ramang.
Jika tak segera diselesaikan, jajaran rekrutan anyar terancam hanya bisa menjadi penonton di tribune.
Padahal, manajemen aktif memburu amunisi baru. Nama-nama lokal seperti Syaiful Syamsuddin, Henhen Herdiana, dan Agung Mannan sudah merapat. Begitu pula gerbong pemain asing baru yang diresmikan: Sergio Aguero, Navarone Foor, Nenad Lalic, Luka Bulatovic, Stefan Jevtoski, hingga penyerang anyar asal Jepang, Kodai Tanaka.
Kedatangan Kodai Tanaka menggenapkan 10 slot legiun asing PSM. Manajer PSM Makassar, Muhammad Nur Fajrin, menegaskan pihaknya bahkan masih berburu satu pemain asing lagi demi memaksimalkan kuota 11 pemain dari PT Liga Baru Indonesia (LIB). Sayangnya, manuver agresif di bursa transfer ini bisa sia-sia jika sanksi FIFA gagal dilunasi tepat waktu.
Keberuntungan kecil masih menaungi PSM. Jadwal pekan pertama menempatkan laga perdana mereka melawan Persib Bandung pada Minggu (6/9/2026). Artinya, ada jeda extra sekitar 48 jam dibanding tim lain bagi manajemen untuk menyelesaikan kewajiban finansial atau administrasi tersebut.
Jika manajemen gagal bergerak cepat, mimpi buruk seperti yang dialami klub Malaysia, Kuala Lumpur City FC, pekan lalu bisa terulang. Kala itu, KL City FC terpaksa bertanding hanya dengan 10 pemain starter dan satu pemain cadangan akibat sanksi serupa. Bola kini ada di tangan manajemen Juku Eja, lunasi sanksi tepat waktu atau tampil pincang di laga pembuka.(*)





