Mubes Warga NU 2026 Sepakati 14 Poin Penting: Tegaskan Tolak Intervensi Politik hingga Perkuat Peran Perempuan

BERANDANEWS – Jombang, Gelora semangat perbaikan berkumandang kuat dari halaman MA Salafiyah Syafi’iyah Seblak, Diwek, Jombang.

Dalam gelaran Musyawarah Besar (Mubes) Warga NU 2026 yang dihelat pada Jumat (28/8/2026), lahir 14 rekomendasi krusial demi menjaga marwah, kemandirian, dan integritas organisasi keagamaan terbesar di Indonesia tersebut.

Langkah ini diambil sebagai respons atas dinamika internal jam’iyah dan jamaah yang makin kompleks jelang helatan Muktamar NU.

Pengurus Lembaga Kemaslahatan Keluarga (LKK) PBNU, Nur Rofiah, menegaskan bahwa Muktamar seharusnya bukan sekadar ajang perebutan kursi kepemimpinan, melainkan ruang musyawarah yang bersih dari transaksi politik.

“Kami menyerukan agar NU senantiasa berdiri sebagai jam’iyah yang mandiri, bermartabat, berintegritas, dan senantiasa berpihak kepada jamaah serta kemaslahatan umum,” tegas Nyai Rofiah, dikutip Sabtu (29/8/2026).

Dari 14 poin yang disepakati, Mubes Seblak dengan tegas menolak praktik politik uang (money politics), transaksi kepentingan, maupun intervensi pihak luar yang berpotensi merusak independensi NU. Para muktamirin diimbau tidak menyerahkan suara kepada calon pemimpin yang berupaya menyuap.

Menariknya, Mubes kali ini juga memberikan porsi besar pada kesetaraan dan kepemimpinan perempuan. Mubes mendesak hadirnya kebijakan afirmasi dengan keterwakilan perempuan minimal 30 persen di seluruh tingkatan kepengurusan, mulai dari Ranting hingga PBNU.

Tak hanya itu, Mubes mendorong pembatasan periodisasi kepemimpinan guna membuka ruang regenerasi bagi generasi muda dan kader perempuan, serta perbaikan tata kelola keuangan NU agar dikelola secara transparan, profesional, dan akuntabel.(*)