Teror Tengah Malam Wartawan di Makassar, Diduga Mabuk dan Bikin Gaduh, 3 Pria Dilaporkan ke Polrestabes

Polrestabes Makassar

BERANDANEWS – Makassar, Ruang aman sebuah keluarga mendadak koyak di tengah pekatnya malam. Selasa dini hari (25/8/2026), sekitar pukul 00.30 WITA, kediaman seorang jurnalis media onlne Matanusantara.co.id, Ramli, mendadak digeruduk oleh tiga orang pria tak dikenal. Suasana sunyi pemukiman seketika berubah mencekam akibat teriakan dan kegaduhan dari luar rumah.

Kedatangan tiga pria berinisial DS, AD, dan NT tersebut diduga kuat dalam pengaruh minuman keras. Kehadiran mereka menyulut ketakutan mendalam bagi penghuni rumah, terlebih saat itu ibu kandung Ramli tengah terbaring dalam kondisi sakit.

“Langkah hukum ini saya putuskan karena sangat disayangkan atas tindakan mereka mendatangi rumah saya dalam keadaan mabuk dan berteriak. Padahal sudah diingatkan ibu saya kondisinya kurang sehat,” tutur Ramli usai membuat laporan resmi di Satreskrim Polrestabes Makassar, Selasa (25/8/2026).

Didampingi kuasa hukumnya dari HSK Law Firm, Muh. Syahban Munawir (Awhi), Ramli resmi mengantongi Surat Tanda Penerimaan Laporan Informasi Nomor STPL/085/VIII/RES 1.24/2026/RESKRIM atas dugaan pengancaman dan intimidasi.

Aksi penggerudukan tengah malam ini disinyalir kuat berbuntut dari karya jurnalistik yang ditulis Ramli terkait dugaan praktik perjudian pertandingan ayam Bangkok di kawasan Borong Rappo.

Ramli menegaskan bahwa ruang redaksi dan insan pers selalu terbuka pada mekanisme hukum yang sah, bukan dengan teror fisik yang menakutkan keluarga di rumah.

“Kalau ada yang keberatan dengan berita, silakan tempuh mekanisme yang ada. Bisa klarifikasi, hak jawab, atau langkah hukum. Jangan sampai datang ke rumah tengah malam dan membuat keluarga takut,” tegasnya.

Peristiwa ini sempat memicu kepanikan di dalam rumah. Hingga pukul 01.02 WITA, pihak keluarga tidak berani keluar menyapu pandangan karena sejumlah orang tak dikenal dilaporkan masih berkumpul di lorong dan sekitar masjid dekat kediamannya.

Penasihat hukum Ramli, Awhi, mendesak aparat kepolisian bertindak objektif dan memberikan perlindungan ekstra bagi keselamatan kliennya beserta keluarga.

“Kami meminta polisi bekerja berdasarkan fakta dan alat bukti. Yang paling penting, keamanan klien dan keluarganya juga harus menjadi perhatian utama,” ujar Awhi.

Kini, bola panas berada di tangan Satreskrim Polrestabes Makassar untuk membongkar motif utama penggerudukan tersebut dan memastikan kemerdekaan pers tidak diciderai oleh aksi premanisme.(*)