Demi Pengakuan dan Sensasi ‘Ero dikana’, Tujuh Remaja Dibekuk Polisi

Ilustrasi

BERANDANEWS — Makassar Niat sekumpulan remaja untuk mencari panggung eksistensi dan pengakuan kelompok hampir saja memicu pertumpahan darah di Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Ahad (23/8/2026).

Hanya demi alasan dangkal agar “terkenal”, puluhan anak muda yang sebagian besar saling tidak mengenal ini nekat berkumpul dan merencanakan penyerangan terhadap warga setempat.

Beruntung, pergerakan mereka tercium lebih awal oleh tim intelijen. Suasana malam yang semula mencekam berubah riuh saat aparat gabungan mendatangi lokasi dan melepaskan tembakan peringatan ke udara untuk memecah kerumunan. Rencana aksi anarki tersebut berhasil digagalkan sebelum memakan korban jiwa.

Fakta Pengungkapan dan Barang Bukti

Tim Opsnal Polrestabes Makassar bersama Polsek Makassar berhasil mengamankan tujuh remaja yang diduga kuat menjadi bagian dari kelompok perencana penyerangan.

Di lokasi kejadian, polisi menyita sejumlah busur panah beserta anak panahnya—senjata tajam khas teror jalanan di Makassar—serta 5 unit sepeda motor yang digunakan para pelaku.

Kapolsek Makassar, Kompol Mustari, mengungkapkan para pelaku berkumpul melalui pesan berantai atau janji di media sosial. Sebagian besar tidak saling kenal secara personal dan hanya terdorong motif pamer keberanian (gagah-gagahan).

Tindakan Tegas dan Antisispasi Serangan Balasan Pihak kepolisian memastikan tidak ada toleransi bagi aksi premanisme remaja yang meresahkan warga.

Sesuai instruksi tegas Kapolrestabes Makassar, ketujuh remaja yang tertangkap akan diproses hukum secara tuntas sesuai dengan peran dan keterlibatan mereka masing-masing.

Guna mencegah potensi eskalasi atau serangan balasan dari kelompok penyerang maupun warga lokal, Polsek Makassar menyiagakan armada mobil patroli untuk memantau kawasan Rappocini secara berkala.

Langkah intensif ini diharapkan dapat mengembalikan rasa aman dan mencegah perang antarkelompok kembali terulang.(*)