BERANDANEWS – Maros, Kabupaten Maros resmi terpilih menjadi tuan rumah ajang bergengsi Porprov Trail Run Exhibition 2026. Perlombaan lari lintas alam ini dijadwalkan berlangsung pada 3–4 Oktober 2026 dan dipusatkan di Dusun Maddenge, Desa Pattiro Deceng, Kecamatan Camba.
Sebagai cabang olahraga (cabor) yang baru resmi bergabung di Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), lari trail pada Porprov Sulsel 2026 masih berstatus sebagai laga ekshibisi.
Ketua Asosiasi Lari Trail Indonesia (ALTI) Provinsi Sulsel, Chaidir Syam, menjelaskan bahwa status ekshibisi memberikan fleksibilitas lokasi dan waktu pelaksanaan, sehingga tidak terikat pada agenda utama Porprov di Bone dan Wajo pada November mendatang.
“Pengurus Kabupaten ALTI Maros termasuk yang paling siap memberikan dukungan penuh untuk pelaksanaan ekshibisi ini,” ujar Chaidir Syam usai meluncurkan (launching) acara di Lapangan Andi Baso Camba, Ahad (16/8/2026).
Bupati Maros tersebut menargetkan keterlibatan minimal 150 atlet yang mewakili setidaknya delapan kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan.
Tantangan Medan Perawan dan Pesona Wisata
Jalur yang disiapkan di Kecamatan Camba menjanjikan tantangan teknik dan stamina tingkat tinggi bagi para peserta. Pasalnya, lintasan tersebut belum pernah dijamah oleh ajang trail run mana pun.
Meski begitu, Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Anggota DPRD Maros, Dedy Aryan, mengungkapkan bahwa rute perlombaan juga menyuguhkan keindahan alam serta potensi pariwisata lokal.
“Lintasan yang disiapkan tidak hanya menawarkan tantangan elevasi, tetapi juga menyajikan potensi wisata yang memanjakan mata, termasuk kawasan permandian alam yang populer di Camba,” jelas Dedy.
Ajang ini mempertandingkan empat kategori utama:
– Kategori Vertikal (Putra & Putri)
– Kategori Klasik Junior 7–11K (Putra & Putri)
– Kategori Klasik Senior 11–21K (Putra & Putri)
– Kategori Pendek 40K (Putra & Putri)
Jaminan Kesiapan Medis dan Pengamanan Khusus
Mengingat tingginya risiko lari lintas alam, panitia memastikan aspek keselamatan atlet menjadi prioritas utama. Penyiapan tim medis serta relawan disiagakan di berbagai titik krusial sepanjang lintasan.
“Kami mengandeng Puskesmas Camba, PMI, Public Safety Center (PSC), hingga RS Camba. Untuk pengamanan, panitia telah berkoordinasi penuh dengan pemerintah desa setempat, TNI, dan jajaran kepolisian agar ajang ini berjalan aman dan lancar,” tutup Dedy.(*)





