Tegas! DLH dan TNI Larang Truk yang Angkut Sampah Campur Masuk TPA Antang

Truk Sampah Campur saat Ditolak Masuk TPA Antang Makassar oleh DLH dan TNI

BERANDANEWS – Makassar, Mulai Sabtu (1/8/2026), armada pengangkut sampah di Kota Makassar tidak lagi bisa asal buang.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar secara resmi menutup pintu TPA Tamangapa (Antang) bagi armada yang masih mengangkut sampah campur alias tidak dipilah.

Langkah tegas ini diambil seiring berlakunya Instruksi Wali Kota Makassar Nomor 3 Tahun 2026 yang resmi melarang sistem pembuangan sampah terbuka (open dumping).

Dikawal TNI, Truk Sampah “Nakal” Dipaksa Putar Balik
​Tegasnya penerapan aturan baru ini terlihat dari rekaman video yang beredar luas di media sosial. Petugas DLH yang didampingi personel TNI bersikap lugas menjaga gerbang pintu masuk TPA Antang.

Truk atau kendaraan pengangkut sampah dari tingkat kelurahan maupun kecamatan yang ketahuan masih mencampur sampah organik dan anorganik langsung ditolak dan diperintahkan pulang.

Hanya Menerima Sampah Residu!
​Berdasarkan aturan baru ini, TPA Antang kini difokuskan penuh dan hanya menerima sampah kategori residu, seperti:, ​Popok bayi bekas, Pembalut, Tisu bekas, Sachet makanan kotor yang sulit didaur ulang.

Lantas, bagaimana dengan sampah lainnya? Warga kini diwajibkan memilah sampah dari rumah tangga ke dalam kategori:
​- Organik (sisa makanan, dedaunan)
​- Anorganik Bernilai (plastik, kertas, botol)
​- B3 (bahan berbahaya dan beracun)
​- Residu

Jalur Sampah Organik Dialihkan
​Masyarakat tidak perlu khawatir sampah organiknya tidak diangkut. DLH menegaskan bahwa sampah organik tetap akan diangkut oleh petugas lokal, namun jalur pembuangannya dialihkan dari TPA Antang menuju fasilitas khusus seperti:

​- Fasilitas Taman Edukasi dan Budidaya (TEBA)
​- Tempat Pengolahan Sampah 3R (TPS 3R)

Penertiban ekstrem ini dilakukan sebagai upaya memutus rantai darurat sampah di Kota Makassar, sekaligus memenuhi sanksi administratif dari Kementerian Lingkungan Hidup agar budaya pemilahan sampah benar-benar berjalan dari tingkat rumah tangga.(*)