Pria 51 Tahun Ditemukan Meninggal di Toilet Masjid Rujab Gubernur Sulsel, Rekan Sempat Menunggu Tak Kunjung Kembali

Ilustrasi

BERANDANEWS – Makassar, Pagi yang seharusnya menjadi awal aktivitas warga di kawasan Rumah Jabatan (Rujab) Gubernur Sulawesi Selatan mendadak berubah menjadi suasana duka.

Seorang pria ditemukan meninggal dunia di dalam toilet masjid yang berada di Jalan Sungai Tangka, Kelurahan Sawerigading, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, Jumat (24/7).

Korban diketahui bernama Ahmad Sashenka Aydin alias Frans (51), warga Jalan Kemauan IV Nomor 19B, Kelurahan Maccini Parang, Kota Makassar.

Sebelum ditemukan tak bernyawa, Frans diketahui masih beraktivitas seperti biasa bersama rekannya, Ulhaq (34), di tempat mereka berjualan sari laut. Tak ada gelagat mencurigakan yang diperlihatkan korban.

“Dia sempat pamit ke toilet masjid. Katanya mau buang air,” ujar Ulhaq.

Namun, waktu terus berlalu dan Frans tak kunjung kembali. Saat azan Subuh berkumandang, sekitar pukul 04.30 WITA, Ulhaq menuju masjid untuk menunaikan salat. Betapa terkejutnya ia ketika memasuki area toilet dan mendapati rekannya tergeletak tanpa mengenakan pakaian.

Ulhaq berusaha memastikan kondisi korban, namun Frans sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Penemuan tersebut sontak mengundang perhatian warga sekitar dan segera dilaporkan kepada pihak kepolisian.

Petugas Polsek Ujung Pandang bersama tim terkait langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sebelum mengevakuasi jenazah ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar.

Kapolsek Ujung Pandang, Kompol Muhammad Yusuf, membenarkan adanya penemuan jasad tersebut. Ia mengatakan jenazah telah dibawa ke RS Bhayangkara Makassar guna menjalani autopsi dan pemeriksaan lebih lanjut.

“Korban dibawa ke RS Bhayangkara untuk menjalani autopsi dan pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan penyebab kematiannya,” ujarnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi, polisi belum menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Tidak ada tanda-tanda kekerasan. Tapi kami belum bisa memastikan penyebab kematiannya. Nanti Dokpol yang akan menjelaskan setelah hasil pemeriksaan keluar,” kata Yusuf.

Hingga kini, kepolisian masih menunggu hasil autopsi dari Tim Dokter Kepolisian (Dokpol) untuk memastikan penyebab pasti meninggalnya Frans. Polisi mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi sebelum hasil pemeriksaan medis resmi diumumkan.(*)