
BERANDANEWS – Makassar, Polda Sulawesi Selatan mengungkap perkembangan terbaru penanganan korban kecelakaan laut KM Nurul Salsa yang tenggelam di perairan Kepulauan Selayar.
Hingga Kamis (23/7/2026), dua jenazah berhasil diidentifikasi, sementara 14 penumpang lainnya masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan.
Perkembangan tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang digelar Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sulsel di Makassar.
Kegiatan itu dihadiri Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Didik Supranoto bersama jajaran Biddokkes, Tim DVI Pusdokkes Polri, serta Tim Identifikasi Ditreskrimum Polda Sulsel.
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Didik Supranoto menjelaskan, dari total 76 penumpang yang berada di atas KM Nurul Salsa, sebelumnya telah ditemukan 59 orang, terdiri atas 58 korban selamat dan satu korban meninggal dunia di atas kapal. Dengan demikian, masih terdapat 17 penumpang yang dinyatakan hilang.
Namun, perkembangan terbaru menunjukkan dua jenazah yang sebelumnya dievakuasi ke Biddokkes Polda Sulsel telah berhasil diidentifikasi.
Selain itu, tim SAR gabungan yang dipimpin Basarnas juga menemukan satu jenazah laki-laki di sekitar Pulau Matalaang, yang saat ini masih menjalani proses identifikasi.
“Perkembangan hari ini, dua jenazah yang sebelumnya dikirim ke Biddokkes Polda Sulsel telah berhasil diidentifikasi. Selain itu, tim SAR gabungan juga kembali menemukan satu korban berjenis kelamin laki-laki di wilayah Pulau Matalaang yang masih dalam proses identifikasi,” ujar Didik.
Dengan adanya temuan tersebut, jumlah korban yang masih dalam pencarian kini tersisa 14 orang.
Selain proses evakuasi, penyidik juga terus mendalami penyebab kecelakaan. Hingga kini, jumlah saksi yang telah dimintai keterangan bertambah dari 21 menjadi 23 orang, sementara proses penyelidikan masih terus berlangsung.
Sementara itu, Kabiddokkes Polda Sulsel Kombes Pol dr. Muhammad Haris mengungkapkan Tim Disaster Victim Identification (DVI) gabungan telah berhasil mengidentifikasi dua jenazah yang diterima pada Rabu (22/7/2026).
Jenazah dengan nomor PM 62 B 01 SLYR berhasil diidentifikasi sebagai Hasriati (44), warga Dusun Garassi, Kelurahan Bontobaru, Kecamatan Pasimasunggu Timur, Kabupaten Kepulauan Selayar. Identifikasi dilakukan melalui pencocokan data gigi, data medis, serta barang milik korban.
Sementara jenazah dengan nomor PM 62 B 02 SLYR dipastikan merupakan Bau Intang (52), warga Putabangun, Kecamatan Bontoharu, Kabupaten Kepulauan Selayar.
Identifikasi dilakukan melalui sidik jari dan data medis.
Kabiddokkes menambahkan, hingga saat ini Tim DVI telah menerima 16 laporan ante mortem dari total 17 korban yang sebelumnya dilaporkan hilang.
Setelah proses identifikasi selesai, kedua jenazah tersebut resmi diserahkan kepada Polres Kepulauan Selayar untuk selanjutnya diserahkan kepada keluarga masing-masing.
Polda Sulsel memastikan proses pencarian korban yang masih hilang akan terus dilakukan bersama Basarnas dan tim SAR gabungan hingga seluruh korban berhasil ditemukan.(*)




