Pencarian Hari Ke-9 KM Nurul Salsa: Data Korban Direvisi, 15 Orang Masih Hilang dan Pencarian Diperluas ke Kepulauan Sabalana

Pencarian Hari Ke-9 KM Nurul Salsa

BERANDANEWS – Selayar, Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan operasi pencarian korban tenggelamnya KM Nurul Salsa pada hari kesembilan di perairan sebelah barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Kamis (23/7/2026).

Fokus pencarian kini diperluas ke wilayah Pulau Sapuka, Pulau Aloang, Pulau Sapinggan, hingga pulau-pulau tak berpenghuni di kawasan Kepulauan Sabalana berdasarkan hasil analisis pergerakan arus laut.

Di tengah upaya pencarian yang terus berlangsung, kabar terbaru juga datang dari proses verifikasi data penumpang. Tim SAR Gabungan bersama keluarga korban, operator kapal, dan instansi terkait menemukan adanya ketidaksesuaian dalam data manifes sehingga jumlah korban mengalami perubahan.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Makassar, Andi Sultan, menjelaskan jumlah korban yang sebelumnya tercatat sebanyak 78 orang kini direvisi menjadi 76 orang.

“Berdasarkan hasil verifikasi terbaru, jumlah korban KM Nurul Salsa mengalami perubahan dari sebelumnya 78 orang menjadi 76 orang. Perubahan ini terjadi karena ditemukan dua nama yang tercatat ganda dalam data penumpang, serta satu nama yang sebelumnya masuk dalam daftar manifes namun setelah dilakukan pendalaman dipastikan tidak jadi berangkat menggunakan KM Nurul Salsa,” jelas Andi Sultan.

Dengan pembaruan data tersebut, hingga saat ini tercatat 58 orang berhasil selamat, 3 orang ditemukan meninggal dunia, dan 15 orang lainnya masih dalam pencarian.

Pencarian Diperluas

Pada hari kesembilan operasi, Tim SAR Gabungan membagi pencarian ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU).

KN SAR Pacitan 102 bersama Rigid Inflatable Boat (RIB) Pacitan melakukan penyisiran di sekitar Pulau Sapuka. Sementara KN SAR Kamajaya 104 bersama RIB Kamajaya menyisir perairan Pulau Aloang dan Pulau Sapinggan.

Di saat yang sama, KLM Mattoangin, kapal Pemerintah Desa Kepulauan Sabalana, serta sejumlah kapal nelayan turut melakukan pencarian di pulau-pulau tidak berpenghuni yang berada di sekitar Kepulauan Sabalana.

Strategi pencarian ini dilakukan setelah hasil analisis menunjukkan kemungkinan korban maupun benda hanyut terbawa arus ke wilayah yang lebih luas dari lokasi awal tenggelamnya kapal.

Jenazah Ditemukan di Pulau Matallang

Pada hari yang sama, Tim RIB KN SAR Pacitan juga berhasil menemukan dan mengevakuasi satu jenazah berjenis kelamin laki-laki di sebelah timur laut Pulau Matallang, sekitar 100 meter dari bibir pantai.

“Siang ini Tim RIB KN SAR Pacitan berhasil mengevakuasi satu jenazah berjenis kelamin laki-laki yang ditemukan di sebelah timur laut Pulau Matallang. Jenazah telah dievakuasi dan dibawa menuju KN SAR Pacitan untuk penanganan lebih lanjut,” ujar Andi Sultan.

Saat ini tim masih berkoordinasi terkait lokasi evakuasi lanjutan, apakah jenazah akan langsung dibawa ke Makassar atau terlebih dahulu dievakuasi ke Selayar untuk kepentingan identifikasi.

Harapan Keluarga yang Masih Menanti

Meski sudah memasuki hari kesembilan, operasi pencarian masih terus dilakukan dengan harapan seluruh korban yang belum ditemukan dapat segera diketahui keberadaannya.

Andi Sultan mengungkapkan dua dari tiga korban meninggal dunia yang ditemukan sebelumnya hingga kini masih menjalani proses identifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI). Salah satu korban ditemukan menggunakan pelampung KM Nurul Salsa, sementara satu lainnya ditemukan dalam kondisi yang memerlukan pemeriksaan forensik dan pencocokan DNA.

“Selama identitas keduanya belum dapat dipastikan, kami tetap melanjutkan pencarian terhadap 15 korban yang masih dinyatakan hilang,” ujarnya.

Bagi keluarga korban, setiap perkembangan operasi SAR menjadi harapan baru setelah lebih dari sepekan menunggu kabar orang-orang tercinta yang belum kembali.

Tim SAR Gabungan memastikan operasi pencarian akan terus dilaksanakan selama masa perpanjangan operasi dengan evaluasi harian berdasarkan kondisi cuaca, arah arus laut, serta informasi dari masyarakat pesisir dan nelayan yang turut membantu pencarian.

“Kami terus mengoptimalkan seluruh potensi yang ada dan berkoordinasi dengan masyarakat serta nelayan di sekitar wilayah pencarian. Informasi dari mereka sangat membantu dalam menentukan arah operasi,” tutup Andi Sultan.

Berikut data korban penumpang KM Nurul Salsa sebanyak 76 orang, sebagai berikut :

Korban Selamat:
1. Fildayanti 21 Thn
2. Asraf 3 Thn
3. Abrar 5 Thn
4. Marliana 31 Thn
5. Wirda 38 Thn
6. Ismail 36 Thn
7. Sofyan 48 Thn
8. H. Ratang 38 Thn
9. Andi Ratu 46 Thn
10. Risfandi 36 Thn
11. Wahil 17 Thn
12. Basriadi 45 Thn
13. Dahlia 27 Thn
14. Saputra 2 Thn
15. Nur Aeda 50 Thn
16. Halmiati 37 Thn
17. H. Banri 70 Thn
18. Agung akbar 15 Thn
19. Farhan ihwani 15 Thn
20. Rosmaeni 59 Thn
21. Nail 12 Thn
22. Al fatih 8 Thn
23. Jinar 20 Thn
24. Imel aulia 19 Thn
25. Nur Aisyah 20 Thn
26. Elianti Nur 19 Thn
27. Asmar 49 Thn
28. Jumrawati 41 Thn
29. Nirdawati 36 Thn
30. Muhammad Akib 25 Thn
31. Akil akbar 20 Thn
32. Andi Syahril 40 Thn
33. Yusuf 46 Thn
34. Muh Jamil 36 Thn
35. Naya 18 Thn
36. Wahyudi 19 Thn
37. Nawir 51 Thn
38. Junaedi 56 Thn
39. Muhammad askar 4 Thn
40. Salla 46 Thn
41. Anhar 26 Thn
42. Nasmawati 32 Thn
43. Riswan 5 Thn
44. Sitti Amang 55 Thn
45. Andi Samad 62 Thn
46. Diska Yanti 7 Thn
47. Bau Asseng 23 Thn
48. Sri Ardita 17 Thn
49. Nurmiati 46 Thn
50. Jasmal 24 Thn
51. Arjun 20 Thn
52. Zikri 19 Thn
53. Masrul 30 Thn
54. Irfandi 22 Thn
55. Saldianto 25 Thn
56. Dani 35 Thn
57. Marling 36 Thn
58. H. Asdar 46 Thn

Korban Meninggal Dunia
1. Salmawati 34 Thn
2. Wanita (Belum Teridentifikasi)
3. Belum teridentifikasi

Masih dalam Pencarian
1. Arfandi 28 Thn
2. Celzia Gunawan / Cia 19 Thn
3. Bau Intang 50 Thn
4. Sahrul Amin 53 Thn
5. Sitti Ramadhan / Madang 50 Thn
6. Andi Januari 12 Thn
7. Maridaeng 60 Thn
8. Muhammad Umar 80 Thn
9. Naura 13 Thn
10. Nurhayati 45 Thn
11. Andi Nusrianti 24 Thn
12. Malida 31 Thn
13. Hasbi 41 Thn
14. Hasriani 18 Thn
15. Musliana 22 Thn
16. Jaenuddin 51 Thn
17. Hasriati 44 Thn.(*)