Ricuh Lahan Sengketa, Warga Lempari Aparat dengan Batu dan Petasan, Jalan Borong Raya Lumpuh

Ricuh Lahan Sengketa, Warga Lempari Aparat dengan Batu dan Petasan, Jalan Borong Raya Lumpuh

BERANDANEWS – Makassar,  Proses konstatering atau pencocokan objek lahan sengketa di Kompleks Aditarina, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (21/7/2026), berlangsung ricuh.

Warga melakukan perlawanan dengan melempari aparat menggunakan batu dan petasan hingga memicu kemacetan panjang di sekitar lokasi.

Pantauan di lapangan menunjukkan petugas tiba di kawasan sengketa sekitar pukul 09.30 Wita. Namun, upaya memasuki lokasi mendapat penolakan dari warga yang telah berkumpul sejak pagi.

Petugas kemudian mencoba memasuki area sengketa melalui Lorong 2, Jalan Borong Raya.

Saat itu, warga langsung melakukan aksi perlawanan dengan melemparkan batu dan petasan ke arah aparat.

Personel TNI yang berada di lokasi dengan perlengkapan tameng bergerak maju untuk menghalau massa. Bentrokan sempat terjadi sebelum warga akhirnya berlarian menghindari dorongan aparat.

Situasi yang semakin memanas membuat aparat kepolisian melepaskan tembakan peringatan dan gas air mata untuk membubarkan massa.

Meski demikian, warga kembali melakukan perlawanan dengan melempari aparat menggunakan batu dan petasan.

Polisi kemudian menerobos barisan massa menggunakan kendaraan taktis (rantis) sambil terus menembakkan gas air mata untuk membuka akses menuju lokasi sengketa.
Setelah beberapa saat, aparat akhirnya berhasil memasuki area sengketa dengan pengamanan ketat dari personel gabungan.

Arus Lalu Lintas Lumpuh
Kericuhan tersebut berdampak pada arus lalu lintas di Jalan Borong Raya dan sekitarnya.
Aparat menutup sementara akses jalan sehingga menyebabkan kemacetan panjang dari dua arah.

Hingga sekitar pukul 11.00 Wita, antrean kendaraan masih mengular. Sejumlah pengendara tampak terjebak kemacetan, sementara sebagian lainnya memilih memutar mencari jalur alternatif untuk menghindari lokasi bentrokan.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi masih dalam pengamanan aparat, sementara proses konstatering lahan terus berlangsung.(*)