BERANDANEWS – Makassar, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Selatan, Dr. Sila H. Pulungan, menerima kunjungan audiensi dan silaturahmi jajaran pengurus Badan Koordinasi (Badko) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) di ruang kerjanya, Kamis (16/7/2026).
Pertemuan tersebut turut didampingi Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulsel, Ferizal, dan berlangsung dalam suasana hangat serta penuh semangat membangun sinergi antara institusi penegak hukum dan kalangan mahasiswa.
Delegasi Badko HMI Sulselbar diwakili sejumlah pengurus, yakni Muhammad Rafly Tanda (Ketua Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan, dan Pemuda/PTKP), Iwan Mazkrib (Ketua Bidang Perlindungan HAM), Muhammad Arrijal (Ketua Bidang Infokom), Andi Massakili (Ketua Bidang Masyarakat), serta Rahmatullah (Ketua Bidang Investasi dan Pembangunan Daerah).
Bangun Kolaborasi Kawal Isu Strategis
Audiensi tersebut tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi forum diskusi untuk memperkuat kolaborasi antara Badko HMI Sulselbar dan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan.
Dalam pertemuan itu, para pengurus HMI menyampaikan komitmen organisasinya untuk terus berperan aktif mengawal berbagai isu strategis, mulai dari penegakan hukum, perlindungan hak asasi manusia (HAM), hingga pembangunan daerah di Sulawesi Selatan.
Kolaborasi antara mahasiswa dan aparat penegak hukum dinilai penting dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih transparan, akuntabel, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.
Kajati Apresiasi Peran Mahasiswa
Kajati Sulsel, Dr. Sila H. Pulungan, menyambut positif kunjungan tersebut dan memberikan apresiasi atas semangat para kader HMI dalam menjalankan fungsi sebagai agen perubahan sekaligus kontrol sosial.
Menurutnya, mahasiswa memiliki peran strategis dalam mengawal jalannya pembangunan dan penegakan hukum melalui kritik yang konstruktif serta partisipasi aktif dalam kehidupan demokrasi.
Ia berharap hubungan baik yang telah terjalin antara Kejati Sulsel dan Badko HMI Sulselbar dapat terus diperkuat melalui komunikasi yang intensif dan kerja sama yang produktif.
“Sinergi antara Kejaksaan dan elemen mahasiswa sangat penting untuk mewujudkan penegakan hukum yang transparan, berkeadilan, serta berorientasi pada kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Audiensi tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat kemitraan antara institusi penegak hukum dan organisasi kemahasiswaan dalam mendukung terciptanya iklim demokrasi, penegakan hukum yang berintegritas, serta pembangunan daerah yang berkelanjutan di Sulawesi Selatan.(*)





