Keluarga Soroti Kematian Lansia di Takalar, Pertanyakan Kondisi Jasad hingga Penanganan Laporan Polisi

Keluarga Soroti Kematian Lansia di Takalar, Pertanyakan Kondisi Jasad hingga Penanganan Laporan Polisi

BERANDANEWS – Takalar, Kematian Hj. Mini Dg Jime (81), seorang lansia yang ditemukan meninggal dunia di sebuah rumah di Dusun Kalappo, Kelurahan Mangadu, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, menyisakan sejumlah pertanyaan dari pihak keluarga.

Selain mempertanyakan kondisi jasad yang dinilai tidak wajar, keluarga juga mengaku mengalami kesulitan saat berupaya melaporkan peristiwa tersebut kepada aparat kepolisian.

Korban ditemukan telah meninggal dunia dalam kondisi jasad membusuk di rumah seorang warga berinisial KRS. Berdasarkan keterangan keluarga, Hj. Mini diduga telah meninggal beberapa hari sebelum jasadnya ditemukan.

Salah seorang anggota keluarga berinisial NT menuturkan, pada Ahad (17/5/2026) sore usai salat Asar, KRS disebut mengajak korban untuk bermalam di rumahnya.

“Dia bilang, ‘Kalau ke sini ki, Bu Haji, bermalam saja. Bawakan juga kue.’ Setelah itu nenek diantar oleh cucunya, Dg Tongi,” ujar NT, Ahad (12/7/2026).

Dua hari kemudian, Selasa (19/5/2026), cucu korban datang untuk menjemput neneknya. Namun, menurut keluarga, KRS meminta agar korban tidak dibangunkan dengan alasan sedang tertidur lelap.

“Pulang saja dulu, karena nenekmu sedang tidur nyenyak. Jangan diganggu,” kata NT menirukan ucapan KRS.

Keesokan harinya, Rabu (20/5/2026), keluarga kembali mendatangi rumah tersebut karena korban dibutuhkan sebagai anrong bunting dalam acara pernikahan salah seorang kerabat. Namun, menurut keluarga, mereka kembali mendapat jawaban serupa.

“Hajjimu sedang tidur di dalam. Tidak usah diganggu, nanti sore baru pulang,” ujar NT menirukan keterangan KRS.

Jawaban yang terus berulang itu memunculkan kecurigaan keluarga. Mereka menilai hal tersebut tidak sesuai dengan kebiasaan korban yang semasa hidup selalu segera keluar ketika dipanggil anggota keluarganya.

Karena merasa ada yang tidak beres, keluarga kemudian masuk ke dalam rumah untuk mencari korban. Setelah memeriksa sejumlah ruangan, mereka mendapati sebuah kamar di bagian belakang rumah yang berada dekat dapur dalam keadaan terkunci.

Menurut keterangan keluarga, setelah pintu kamar berhasil dibuka, Hj. Mini ditemukan tergeletak di atas spring bed dalam kondisi telah meninggal dunia. Jasad korban disebut sudah membusuk dan mengeluarkan bau menyengat.

Keluarga juga mengaku menemukan sejumlah kondisi pada tubuh korban yang mereka anggap janggal. Mereka menyebut mata korban melotot, lidah menjulur, terdapat luka di belakang telinga yang diduga mengeluarkan darah, bekas luka di leher, kepala membengkak, wajah menghitam, serta kondisi tubuh yang telah mengalami pembusukan.

Selain itu, keluarga juga mengaku menemukan kondisi yang menurut mereka tidak lazim pada bagian kemaluan korban. Namun hingga kini, belum ada penjelasan resmi dari pihak berwenang mengenai penyebab kematian maupun kondisi jasad tersebut.

Tidak hanya mempertanyakan kondisi korban, keluarga juga mengaku mengalami kendala saat berupaya melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian.

Menurut keluarga, cucu korban, Rahman Dg Naba, sempat mendatangi Polsek Mangarabombang dan Polres Takalar untuk membuat laporan. Namun, mereka mengklaim laporan tersebut belum segera ditindaklanjuti dan justru diarahkan secara bergantian tanpa kepastian proses hukum.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun KRS terkait kronologi kematian Hj. Mini Dg Jime maupun dugaan kejanggalan yang disampaikan pihak keluarga.(*)