BERANDANEWS – Soppeng Aktivitas perdagangan di Pasar Sentral Soppeng, Kelurahan Lapajung, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, mendadak terganggu setelah seorang pria ditemukan meninggal dunia di area pasar pada Jumat (10/7/2026) pagi.
Penemuan tersebut sontak mengundang perhatian warga dan pedagang yang beraktivitas di sekitar lokasi. Korban ditemukan tergeletak di salah satu sudut pasar dalam kondisi tidak bernyawa.
Informasi yang dihimpun, korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 09.00 WITA oleh seorang pedagang yang hendak membuka lapaknya. Awalnya, saksi mengira pria tersebut sedang beristirahat atau tertidur karena terlihat terbaring dan tidak menunjukkan aktivitas.
Namun, setelah beberapa kali dipanggil tanpa mendapat respons, saksi mulai curiga dan mendekati korban untuk memastikan kondisinya. Saat diperiksa lebih dekat, korban ternyata sudah meninggal dunia.
“Awalnya saya kira masih tidur. Sudah dipanggil beberapa kali tetapi tidak ada jawaban. Setelah didekati, ternyata kondisinya sudah meninggal,” ungkap salah seorang warga yang berada di lokasi kejadian.
Peristiwa itu kemudian dilaporkan kepada pihak Kepolisian Resor (Polres) Soppeng. Tak berselang lama, petugas bersama Tim Identifikasi Forensik (Inafis) Polres Soppeng tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.
Dari hasil identifikasi awal, korban diketahui bernama Saing, yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang di Pasar Sentral Soppeng.
Petugas kepolisian langsung memasang garis pengamanan di sekitar lokasi guna memudahkan proses penyelidikan serta menghindari kerumunan warga yang ingin melihat kejadian tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kematian korban masih belum diketahui. Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan medis untuk memastikan penyebab meninggalnya korban.
Jenazah selanjutnya dievakuasi ke RSUD Latemmamala Soppeng untuk menjalani pemeriksaan visum sebagai bagian dari proses penyelidikan yang sedang berlangsung.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi maupun berspekulasi terkait penyebab kematian korban.
“Kami meminta masyarakat untuk menunggu hasil pemeriksaan medis dan penyelidikan resmi dari pihak kepolisian,” ujar sumber di lokasi.
Kasus ini masih dalam penanganan Polres Soppeng. Aparat kepolisian terus melakukan pendalaman dengan memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan informasi yang diperlukan guna mengungkap penyebab pasti meninggalnya korban.(*)





