BERANDANEWS – Makassar, Jaringan Anti Narkoba (JAN) Sulawesi Selatan melontarkan kritik keras terkait situasi yang terjadi di Lapas Bonglangi.
JAN menilai polemik dan penindakan yang belakangan muncul di dalam lapas diduga tidak sepenuhnya murni sebagai upaya pemberantasan narkotika, melainkan berkaitan dengan perebutan pengaruh yang melibatkan oknum internal.
Ketua Bidang Advokasi JAN Sulsel, Akbar Muhammad, menilai langkah yang hanya menyasar beberapa narapidana tertentu justru menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat.
“JAN Sulawesi Selatan berpandangan, dengan hanya beberapa orang yang disasar di dalam Lapas Bonglangi, maka patut diduga ini bagian dari permainan perebutan kuasa yang dibackup oleh oknum internal lapas maupun oknum di Kanwil Imipas Sulawesi Selatan,” tegas Akbar Muhammad.
Menurutnya, apabila pihak terkait benar-benar ingin membersihkan praktik narkotika di dalam lapas, maka penindakan harus dilakukan secara menyeluruh dan tanpa tebang pilih.
“Kalau memang mau membersihkan, jangan cuma beberapa orang. Semua orang juga tahu siapa pemain besar di dalam Lapas Bonglangi. Jangan sampai isu pemberantasan narkoba hanya dijadikan alat untuk menggusur kelompok tertentu, sementara yang lain tetap aman,” ujarnya.
Akbar juga menduga situasi yang berkembang belakangan ini berpotensi menjadi bagian dari konflik kepentingan antarjaringan yang memiliki pengaruh di dalam lapas.
“Kami menduga situasi yang akhir-akhir ini terjadi di Lapas Bonglangi adalah permainan oknum dengan bandar. Karena sampai sekarang nama-nama seperti ‘SN’ dan ‘Andi A’ masih ada di sana. Ada apa sebenarnya?” katanya.
Ia turut mempertanyakan kemungkinan adanya skenario tertentu yang dimainkan dari luar maupun dari dalam lapas untuk mengendalikan situasi.
“Jangan-jangan situasi gaduh yang terjadi di dalam lapas ini memang diorder oleh sindikat tertentu dari luar. Ini yang harus dibuka secara terang-benderang,” lanjut Akbar.
Karena itu, JAN Sulsel mendesak Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan untuk turun langsung melakukan audit menyeluruh terhadap jajaran Kanwil Imipas Sulawesi Selatan dan manajemen Lapas Bonglangi.
“Kami meminta Kementerian Imipas melakukan audit total terhadap seluruh jajaran Kanwil Imipas Sulsel dan internal Lapas Bonglangi. Bongkar seluruh pola permainan, termasuk dugaan keterlibatan oknum yang membackup praktik-praktik menyimpang di dalam lapas,” tegasnya.
Selain audit, JAN Sulsel juga mendesak adanya pembersihan besar-besaran terhadap dugaan praktik sindikasi yang membekingi bandar narkoba di dalam lembaga pemasyarakatan tersebut.
“Bersihkan Lapas Bonglangi dari praktik sindikasi backing bandar narkoba. Jangan biarkan lapas berubah menjadi pusat kendali jaringan narkotika yang dikendalikan secara sistematis,” kata Akbar.
JAN Sulsel menegaskan pihaknya bersama elemen masyarakat sipil akan terus mengawal persoalan tersebut hingga ada langkah konkret dari pemerintah dan aparat penegak hukum dalam membersihkan lembaga pemasyarakatan dari praktik mafia narkotika serta dugaan keterlibatan oknum internal.(*)






