BERANDANEWS – Maros, Bupati Maros, Chaidir Syam, menginstruksikan jajaran Dinas Pendidikan untuk meningkatkan pengawasan terhadap siswa di sekolah.
Langkah ini diambil menyusul adanya indikasi penggunaan vape yang diduga mengandung narkotika di kalangan pelajar.
Chaidir menegaskan, seluruh sekolah diminta lebih aktif memantau aktivitas siswa, khususnya terkait penggunaan rokok elektrik tersebut.
“Kami akan menginstruksikan ke Kepala Dinas Pendidikan untuk mengarahkan seluruh pihak sekolah memantau murid-muridnya,” katanya, Rabu, (06/5/2026)
Menurutnya, vape saat ini tidak bisa lagi dipandang sebagai tren biasa di kalangan remaja.
Pasalnya, terdapat indikasi bahwa sebagian produk vape telah disusupi zat berbahaya, termasuk narkotika.
“Karena vape ini terindikasi ada kandungan narkobanya dan bisa membahayakan siswa-siswi kita,” tegasnya.
Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kabupaten Maros akan mendorong pelaksanaan inspeksi mendadak (sidak) di lingkungan sekolah.
Sidak ini memungkinkan pihak sekolah melakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan siswa.
Tujuannya untuk mencegah masuk dan beredarnya vape ilegal di lingkungan pendidikan.
“Nanti kita akan menyurati pihak sekolah melalui Dinas Pendidikan untuk melakukan sidak kepada siswa-siswi,” tambahnya.
Tak hanya di sekolah, pengawasan juga akan diperluas hingga ke toko-toko penjual vape di wilayah Maros.
Pemerintah daerah berencana berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk memastikan produk yang beredar aman dan tidak mengandung zat terlarang.
Selain itu, Pemkab Maros juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak dalam upaya pencegahan.
Di antaranya melibatkan organisasi anti narkotika serta duta anti narkoba yang aktif melakukan sosialisasi di masyarakat.
Mantan Ketua DPRD Maros itu menilai, fenomena vape yang diduga mengandung narkotika ini merupakan modus baru yang digunakan jaringan pengedar. Target utamanya adalah generasi muda, khususnya pelajar.
“Ini berbahaya sekali. Kalau sudah narkotika, itu harus kita lawan dan hindari,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bentuk peredaran narkotika kini semakin beragam dan sulit dideteksi.
Karena itu, kewaspadaan semua pihak sangat dibutuhkan.
“Ini bisa jadi motif terbaru dari para pengedar untuk merusak generasi muda kita,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Maros pun mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk ikut berperan aktif.
Mulai dari pihak sekolah, orang tua, hingga lingkungan sekitar diminta meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak.(*)






