BERANDANEWS — Jakarta, Konversi motor berbahan bakar minyak (BBM) ke motor listrik semakin diminati masyarakat. Selain dinilai lebih ramah lingkungan, langkah ini juga dapat menekan biaya operasional kendaraan dalam jangka panjang.
Pemerintah turut mendorong program tersebut melalui pemberian subsidi guna mempercepat peralihan ke kendaraan listrik di Indonesia. Namun, realisasi program ini masih tergolong rendah dibanding target yang ditetapkan.
Data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menunjukkan, realisasi konversi motor listrik sepanjang 2024 baru mencapai sekitar 1.500 unit.
Angka ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, di mana permohonan konversi pada 2023 tercatat hanya 181 unit.
Padahal, pemerintah menargetkan konversi hingga puluhan ribu unit per tahun, bahkan dalam jangka panjang menargetkan konversi sekitar 120 juta sepeda motor di Indonesia.
Apa Itu Konversi Motor Listrik?
Konversi motor listrik merupakan proses penggantian mesin bensin menjadi sistem penggerak listrik tanpa mengubah rangka utama kendaraan.
Dengan demikian, motor lama tetap digunakan, namun sumber tenaganya diganti dengan baterai.
Komponen yang Diganti
Dalam proses konversi, sejumlah komponen utama akan diganti, antara lain mesin bensin menjadi motor listrik (umumnya tipe BLDC), tangki bahan bakar menjadi baterai lithium, sistem kontrol menjadi controller listrik, serta penyesuaian throttle dan sistem kelistrikan.
Syarat Kendaraan
Tidak semua motor dapat dikonversi. Beberapa syarat yang harus dipenuhi meliputi kapasitas mesin 110–150 cc, kondisi kendaraan masih laik jalan, serta dokumen kendaraan seperti STNK yang masih aktif.
Prosedur Konversi
Berikut tahapan konversi motor BBM ke listrik:
– Pertama, pemilik kendaraan melakukan pendaftaran melalui platform resmi pemerintah atau bengkel konversi tersertifikasi.
– Kedua, dilakukan verifikasi data kendaraan dan identitas pemilik, termasuk pengecekan kondisi fisik motor.
– Ketiga, penentuan spesifikasi konversi, seperti kapasitas baterai dan daya motor listrik.
– Keempat, persetujuan biaya setelah memperhitungkan subsidi yang tersedia.
– Kelima, proses pengerjaan di bengkel yang umumnya memakan waktu beberapa hari hingga minggu.
– Keenam, uji kelayakan untuk memastikan keamanan dan performa kendaraan.
– Ketujuh, sertifikasi sehingga kendaraan legal digunakan di jalan.
Biaya Konversi
Biaya konversi motor BBM ke listrik berkisar Rp15 juta hingga Rp17 juta. Dengan adanya subsidi pemerintah sebesar Rp7 juta, biaya yang ditanggung masyarakat menjadi sekitar Rp8 juta hingga Rp10 juta.
Tahapan Teknis di Bengkel
Secara teknis, proses konversi meliputi pembongkaran mesin, pemasangan motor listrik, instalasi baterai, integrasi sistem penggerak, serta kalibrasi dan uji jalan.
Kelebihan dan Kekurangan
Konversi motor listrik memiliki sejumlah keunggulan, seperti biaya operasional lebih hemat dan perawatan yang lebih sederhana. Namun, terdapat pula kekurangan seperti biaya awal yang relatif tinggi serta keterbatasan jarak tempuh.
Hal yang Perlu Diperhatikan
Masyarakat diimbau menggunakan bengkel tersertifikasi, memastikan kendaraan memperoleh sertifikat laik jalan, serta memilih komponen berkualitas, terutama baterai.
Dengan demikian, Konversi motor BBM ke listrik menjadi salah satu solusi alternatif di tengah meningkatnya kebutuhan efisiensi energi dan kepedulian terhadap lingkungan.
Meski saat ini realisasinya masih menunjukkan adanya tantangan, mulai dari biaya, infrastruktur, hingga minat masyarakat yang perlu terus didorong melalui kebijakan dan edukasi.(*)






