Tekankan Mahasiswa sebagai Kaum Intelektual, Ketua DPRD Makassar Isi Kuliah Umum di UHM

Ketua DPRD Makassar Rudianto Lallo sampaikan Kuliah Umum di UHM

BERANDANEWS – Makassar, Ratusan mahasiswa baru Universitas Handayani Makassar (UHM) mengikuti kuliah umum yang digelar di Grand Immawan Makassar, Senin (03/10).

Hadir sebagai pembicara pada kuliah umum, Ketua DPRD Makassar Rudianto Lallo.

Dalam penyampaiannnya Rudianto mengatakan menyandang sebutan sebagai Mahasiswa tidaklah mudah. Mahasiswa merupakan orang terpelajar dan identik dengan kaum intelektual, serta resah jika terdapat kebijakan pemerintan yang tidak berpihak kepada rakyat.

“Mahasiswa tak bisa terlepas dari yang namanya pergerakan, mereka menjadi pengawas pemerintah dan menjadi garda terdepan dalam mewakili aspirasi masyarakat,”kata Rudianto Lallo.

Menurutnya status sebagai mahasiswa sebagai kontrol terhadap seluruh kebijakan pemerintah, olehnya itu mahasiswa harus kritis karena, sejarah panjang perjuangan mahasiswa telah menorehkan catatan positif dalam melawan kebijakan pemerintah.

“Jika ditelusuri jejak sejarah, perjuangan mahasiswa itu ada sebelum indonesia meredeka, runtuhnya orde lama atau kepemimpinan Sukarno pada tahun 1966 tidak lepas dari aksi besar-besaran Mahasiswa, begitupula keruntuhan orde baru Suharto yang berkuasa selama 31 tahun. semuanya karena aksi mahasiswa.”ujar Rudianto Lallo.

Rudianto berharap agar Mahasiswa baru UHM dapat memanfaafkan statusnya sebaik-baiknya. Pertama belajar dengan baik, memanfaatkan lembaga-lembaga dalam kampus sebagai wadah interaksi, dan tentunya berguna bagi masyarakat luas.

“Masa depan adek-adek ditentukan di kampus UHM ini, Kesempatan membangun jaringan dan belajar itu saat masa menjadi mahasiswa,”paparnya.

Legislator Partai Nasdem ini menyampaikan kisah hidupnya yang terlahir dari anak rakyat, yang bukan keturunan bangsawan, pejabat, tapi diusia 33 tahun terpilih menjadi anggota DPRD Makassar dan di Usia 37 Tahun menjadi Ketua DPRD Makassar. Menurut dia semua pencapaian itu tidak datang secara kebutulah, tetapi di dahului dengan niat dan cita-cita.

“Semuanya saya tentukan saat masih kuliah, saya berusaha mencari jalannya, dan alhamdulillah kami wujudkan itu,” ujar Rudianto Lallo yang juga ketua IKA Unhas Makassar itu.

Dia juga menceritakan sejarah panjang menjadi mahasiswa di Unhas yang nyaris drop out (DO) karena sudah memasuki pada tahun ketujuh menjadi mahasiswa lantas belum menyandang gelar sarjana. Bahkan, kata Rudianto berbagai tanggapan miring, seperti dianggap bodoh, malas dan lainnya.

“Tapi bagi saya mohon maaf, saya menikmati menjadi mahasiswa, tidak enak melepas status mahasiswa, saat itu saya bangga menjadi pejabat mahasiswa, kenapa, karena itu tadi, bukan anak siapa-siapa, bukan anak bangsawan, bukan anak pejabat, tapi bisa memimpin lembaga di kampus Unhas, keluar masuk kantor kementrian, berdiskusi wapres Jusuf Kalla, Presiden SBY, dan sejumlah pejabat tinggi negara,”sebutnya.

“Namun saat ini, selama saya menjadi Ketua DPRD tidak pernah lagi keluar masuk istana, jadi saya katakan manfaatkan status adek-adek untuk membangun jaringan,” jelas Ketua DPRD Makassar ini.(*)