Yogurt dapat Turunkan Risiko Kanker Paru-paru

102

Orang yang mengonsumsi yogurt dibarengi dengan diet tinggi serat dapat menurunkan risiko kanker paru-paru lebih dari 30 persen. Penelitian menunjukkan terdapat probiotik, bakteri hidup yang ditemukan dalam yogurt memiliki sifat anti inflamasi dan melawan kanker.

Peneliti dari Universitas Vanderbilt Medical Center di Nashville Tennessee Amerika serikat menyatakan bahwa tak boleh mencegah konsumsi susu. Pusat pemandu program diet orang-orang Amerika merekomendasikan tak lebih dari tiga porsi susu per hari dan menyarankan memilih opsi susu bebas atau rendah lemak. Pendapat itu berdasarkan penelitian yang menunjukkan bahwa lemak jenuh yang biasa ditemukan pada produk-produk lemak bisa meningkatkan kolesterol LDL, yang menjadi penanda penyakit jantung.

Selain itu sejumlah bukti menunjukan ada sejumlah nutrisi yang ditemukan dalam produk susu termasuk kalsium, kalium, magnesium, vitamin K1 dan K2, dan probiotik (dalam yogurt) yang dapat berkontribusi pada diet sehat. Penelitian lain telah menemukan bahwa makan produk susu, terutama keju dan yogurt dikaitkan dengan insiden diabetes tipe 2 yang lebih rendah.

Sementara studi terbaru yang diterbitkan JAMA Oncology melibatkan 144 juta orang di berbagai negara menganalisis asupan serat dan yogurt para partisipan. Studi kemudian melacak berapa banyak pasien yang menderita kanker paru-paru. Hasilnya menunjukkan bahwa mereka yang mengonsumsi sekitar satu cangkir yogurt sehari bisa menurun risiko kanker paru-paru sebesar 19 persen.

Selain itu, makan makanan tinggi serat diisi dengan buah-buahan, sayuran, dan roti menurunkan risiko kanker paru-paru sekitar 15 persen, terlepas dari konsumsi yogurt.

Menariknya ketika peserta melakukan diet serat tinggi dan makan satu porsi yogurt setiap hari, risiko kanker paru-paru menurun hingga 33 persen. Para peneliti percaya manfaat dari prebiotik yang ditemukan dalam diet serat tinggi dan probiotik yang ditemukan dalam yogurt.

Prebiotik adalah sejenis serat yang tidak dapat dicerna oleh tubuh manusia, dan merupakan makanan untuk probiotik, yang berupa bakteri dan ragi hidup, demikian dilansir dari Daily Mail.