BERANDANEWS – Makassar, Pemerintah Kota Makassar terus menggencarkan upaya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah, khususnya dari tingkat rumah tangga. Langkah ini diperkuat melalui terbitnya Surat Edaran Wali Kota Makassar Nomor 19 Tahun 2026 tentang penghentian praktik pembuangan sampah terbuka (open dumping) di TPA Tamangapa serta pengelolaan sampah dari sumber yang ramah lingkungan.
Kebijakan tersebut mendorong masyarakat untuk mulai memilah dan mengelola sampah sejak dari rumah. Namun di lapangan, tidak sedikit warga yang masih menghadapi kendala, terutama terkait keterbatasan sarana dan prasarana pengelolaan sampah, khususnya sampah organik yang mencapai sekitar 80 persen dari total sampah rumah tangga.
Menjawab tantangan tersebut, Politeknik Indonesia melalui tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dosen di bawah LPPM menginisiasi pembentukan Bank Sampah Unit (BSU) di wilayah RT 05/RW 01, Kelurahan Sudiang Raya, Kecamatan Biringkanaya. BSU tersebut diberi nama “Gelora Bersatu”.
Sejak Maret 2026, BSU Gelora Bersatu mulai aktif melakukan penimbangan sampah terpilah dari warga, terutama sampah anorganik seperti botol plastik, gelas mineral, kemasan, hingga karton.
Selain itu, BSU juga mendapatkan pendampingan dari Bank Sampah Pusat Kota Makassar guna memperkuat sistem pengelolaannya.
Ketua RT 05, Haeriyah, mengungkapkan bahwa mengajak warga untuk memilah sampah bukan hal yang mudah, terutama di kawasan perkotaan dengan mobilitas tinggi. Meski demikian, pihaknya terus berupaya dengan strategi “jemput bola”, yakni mendatangi rumah warga dan pelaku usaha untuk mengumpulkan sampah anorganik.
“Ini memang bukan pekerjaan mudah, tapi kami tetap semangat karena ini sudah menjadi kebutuhan dan aturan yang harus dijalankan,” ujarnya.
Antusiasme warga mulai terlihat dari kegiatan penimbangan yang telah berjalan dua kali. Meski jumlah sampah yang terkumpul belum signifikan, warga tetap termotivasi karena sudah mendapatkan nilai tabungan dari hasil setoran sampah mereka.
Tim PKM Politeknik Indonesia menyatakan akan terus mendampingi BSU Gelora Bersatu sebagai bagian dari pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi.
Selain memberikan edukasi kepada masyarakat, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa dalam pengelolaan sampah berbasis komunitas.
“Kami melihat semangat warga sangat besar, hanya saja masih terbatas dari sisi pengetahuan. Di sinilah peran kami untuk mendampingi,” ungkap perwakilan tim PKM.
Ke depan, diharapkan inisiatif ini dapat menjadi contoh bagi wilayah lain di Kota Makassar untuk segera menerapkan pengelolaan sampah dari sumber, demi mendukung terwujudnya kota yang bersih, sehat, dan asri.(*)






