Sekda Hadiri Penyerahan Penghargaan Koperasi Berprestasi

55

Berandasulsel.com – Makassar, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan (Sekdaprov Sulsel), Abdul Hayat menghadiri penyerahan Piagam Penghargaan Koperasi Berprestasi dan Tokoh Koperasi serta Bantuan Presiden bagi pelaku Usaha Mikro (BPUM) yang dilakukan di Hotel Ibis Makassar, Kamis, (17/12).

Dalam kesempatan itu, Abdul Hayat menyampaikan Pandemi Covid-19 memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap perekonomian tidak terkecuali di Sulsel. Hal itu tercermin dari trend perlambatan pertumbuhan PDRB Sulsel di kuartal belakang.

“Kita melihat sinyal pemulihan ekonomi Sulsel tercermin dari pertumbuhan ekonomi di kuartal ketiga yang mengalami peningkatan sebesar 8,11 persen,” kata Abdul Hayat.

Menurutnya, jika dibedah dari struktur ekonomi berdasarkan sektor usahanya, ekonomi Sulsel dimotori oleh sektor pertanian, perdagangan, konstruksi, manufaktur dengan kategorisasi pelaku usaha mayoritas adalah UMKM (98,61%).

Lebih lanjut, struktur ekonomi sektoral tersebut didukung oleh kredit perbankan Sulsel yang disalurkan sesuai dengan sektor-sektor unggulan, sehingga dapat mempercepat roda perekonomian.

“Dari data-data inilah, Pemprov Sulsel menyusun kebijakan yang dapat menstimulasi pertumbuhan, khususnya di sektor-sektor unggulan dengan fokus kebijakan pada pelaku Koperasi dan UMKM,” tambahnya.

Abdul Hayat menerangkan, jumlah koperasi aktif di Sulawesi Selatan berjumlah 8.127 unit, jumlah usaha mikro 1.143.740 unit dan sudah ada 368.222 pelaku usaha mikro yang mendapat bantuan Presiden sebesar Rp. 2,4 juta per pelaku usaha mikro.

“Untuk itu, dengan jumlah tersebut diharapkan koperasi dan usaha mikro dapat berkontribusi dalam percepatan pemulihan ekonomi di Sulawesi Selatan,” terangnya.

“Terakhir, saya mengucapkan selamat atas penghargaan yang di terima kepada Koperasi yang berprestasi dan para Tokoh Koperasi untuk Tahun 2020. Juga selamat kepada Usaha Mikro yang sudah mendapatkan bantuan presiden,” ucapnya.

Ia menyatakan, semoga bantuan ini bermanfaat bagi keberlanjutan usahanya, sehingga dapat membantu pemerintah mewujudkan ekosistem bisnis Koperasi dan UMKM yang berkelanjutan dan berpartisipasi menciptakan jutaan wirausahaan baru sehingga mampu berkontribusi banyak terhadap perekonomian Indonesia. (*)