Persiapan PON Papua, Atlit Balap Motor Sulsel Herman Bas TC di Sentul

44
Atlit Balap Motor Sulsel, Herman Bas (Foto : Istimewa)

BERANDANEWS – Makassar, Jelang PON XX Papua, Cabang Olahraga (Cabor) Balap Motor Sulsel, akan mengutus atlitnya untuk kelas balap motor 150cc perorangan.

Atlit Balap motor Sulsel, Herman Bas yang terakhir kalinya menjuarai ajang Yamaha Cup Race (YCR) 2019 lalu, telah mengikuti latihan rutin dan training center di Sentul Jawa Barat sejak tahun 2020 lalu.

Diketahui, Herman Bas merupakan atlit berprestasi andalan Sulsel yang telah meraih banyak kejuaraan lokal, nasional bahkan ajang internasional, di Asia Road Racing Championship (ARRC).

Dalam perjalananannya menuju PON Papua, asuhan tim Yamaha Akai Jaya ini, pada Pra Kualifikasi PON XX Papua yang berlangsung di sirkuit Sentul Karting, Bogor lalu, Herman Bas yang merupakan kontingen dari Provinsi Sulawesi Selatan lolos menuju PON XX Papua mendatang dan menjadi jawara pada race perorangan Usia 21 tahun ke atas.

Tim Pelatih Balap Motor Sulsel, Adifar mengatakan telah menggelar training center di Sentul Karting Bogor Jawa Barat yang sudah berjalan sejak tahun 2020. Untuk program latihan, Pelatih memberikan latihan fisik dan teknik secara rutin.

“Herman Bas jauh hari sudah melakukan Training center di Sentul Jawa Barat dan sudah berjalan sejak tahun kemarin, kami terus memberikan latihan fisik dan teknik secara rutin”, jelas Adifar.

Selain itu, Adifar mengatakan, saat ini untuk menunjang kesiapan atlit, dibutuhkan finansial untuk pengadaan perlengkapan balap yang dibutuhkan atlit.

“Untuk mencapai target meraih medali, itu tergantung dari kesiapan finansial termasuk perlengkapan yang dibutuhkan”, jelas.

Pelatih Adifar dan Monev Cabor Balap Motor Sulsel Dr.Hasyim

Hal senada juga diungkapkan, Tim monitoring dan Evaluasi cabor Balap Motor, Dr. Hasyim, pihaknya menilai kesiapan sudah dilakukan dengan menggelar latihan rutin termasuk kesiapan perlengkapan yang dinilai masih minim dan belum lengkap. Diharapkan

“Balap motor Sulsel sudah siap untuk mengikuti PON tinggal bagaimana mempersiapkan kebutuhan perlengkapan, seperti sparepart dan kebutuhan atlit lainnya, untuk mematangkan bisa meraih prestasi”, jelas Dr. Hasyim.(*)