Munas ISMI ke III, Ilham Habibie ajak Umat Bersatu untuk Kemajuan Bangsa

43
Musyawarah Nasional (Munas) ke-3 Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) dibuka langsung Ketua Umum Majelis Pengurus Pusat ISMI Dr Ing. Ilham Habibie, MBA, di Hotel Pandanaran Kota Semarang Jawa Tengah

BERANDANEWS – Jateng, Musyawarah Nasional (Munas) ke-3 Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) dibuka langsung Ketua Umum Majelis Pengurus Pusat ISMI Dr Ing. Ilham Habibie, MBA, di Hotel Pandanaran Kota Semarang Jawa Tengah, Jumat sore, (27/10).

Kegiatan yang akan berlangsung selama 3 hari, mulai tanggal 27-29 Oktober 2023 ini bertema ‘Melalui Digitalisasi, Hilirisasi dan Rekalokal Menuju Saudagar Emas 2045’. Dihadiri oleh 24 orwil (pengurus tingkat provinsi) ISMI.

Ilham Habibie dalam sambutannya mengatakan perkembangan ISMI saat ini sudah terbentuk 24 orwil, dan akan bertambah lagi menjadi 38 orwil disetiap provinsi.

“Perkembangan ISMI pada lima tahun kedua atau lima tahun terakahir ini luar biasa. Sekarang ini sudah ada 24 Orwil. Insya Allah akan terus diperluas ke 38 provinsi. Kita akan kejar agar ada 38 orwil,” tambahnya.

Menurut Ilham, Pengusaha yang bergabung di ISMI diharapkan pada aktif, kemudian memberikan dampak positif bagi lingkungan dan komunitasnya. Saudagar mengajak saudagar lain agar bisa berkembang dan maju.

“Anggota ISMI diharapkan bisa saling memberikan ide, bertukar pikiran, sharing agar bisa maju dan berkembang Bersama-sama,” katanya.

Putra Presiden ketiga BJ Habibie ini juga mengajak seluruh anggota ISMI untuk bersatu, melahirkan ide yang cemerlang untuk diimplementasikan bagi umat, bangsa dan negara.

“Kita harus bersatu. Bersatu bukan berarti harus sepaham, tapi paling tidak dalam kerjasamanya kita harus merangkul sebanyak orang mungkin. Agar bisa mendapatkan efek ekonomi terbesar, bisa sebanyak mungkin mendapat ide yang cemerlang, yang kemudian bisa diimplementasikan yang kemudian bisa memberikan manfaat untuk bangsa, negara dan umat,” kata Ilham Habibie.

Ilham Habibie menambahkan, sejak ISMI lahir tahun 2013. ISMI berdiri dengan tujuan untuk memajukan ekonomi umat Islam.

“Agar ekonomi umat bisa maju para pengusaha harus bersatu. Anggota ISMI adalah para pengusaha atau saudagar muslim,” kata Ilham Habibie.

Sementara, Sekretaris Jenderal (Sekjen) ISMI, Juliana Wahid, SE MPd didampingi Owner Hotel Pandanaran yang juga Pengurus ISMI Jateng, Gatyt Sari Chotijah, SH, MM menambahkan agenda Munas ke-3 tahun 2023 ini akan memilih pemilihan ketua umum periode 2023-2028, pembahasan anggaran dasar rumah tangga, rencana strategi 5 tahun kedepan, dan penguatan seluruh unsur pengurus baru, yang akan dibentuk melalui voting formatur.

Diharapkan dengan adanya refresh akan muncul pengusaha-pengusaha baru yang ikut bergabung dengan ISMI, untuk memperkuat fondasi ISMI sendiri.

“Saat ini ISMI ditingkat wilayah sudah terbetuk di 24 Provinsi. Syarat bisa membentuk pengurus ISMI di tingkat provinsi, minimal harus ada 200 perusahaan atau pengusaha di provinsi itu. Syarat pengusaha menjadi anggota ISMI selain harus berbadan hukum, juga harus seorang pengusaha muslim,” kata terang Juliana Wahid.

Juliana menambahkan, ISMI akan terus mengembangkan sayap hingga ke seluruh provinsi yang ada. Sejauh ini, ISMI belum bisa berdiri di provinsi-provinsi di kawasan timur Indonesia, seperti Ambon, Papua, NTT, dan lain-lain. Karena di daerah tersebut pengusaha muslimnya terbatas.

“Kita terus bergerak. Mudahan-mudahan ISMI bisa menjangkau semua provinsi,” terangnya.

Soal tema Munas ke 3 yakni Melalui Digitalisasi, Hilirisasi dan Rekalokal Menuju Saudagar Emas 2045, menurut Juliana, karena memang ISMI terkenal dengan teknologi kewirausahaan. Jadi semua unit bisnis harus disentuh dengan teknologi.

“Contohnya, jaman sekarang pasar tradisional dengan pasar online mau tidak mau harus bersaing, dan akhirnya pasar tradisional pun sudah memasarkan produknya melalui teknologi, melalui media sosial untuk bisa bertahan. Itu contoh kecil, apalagi perusahaan-perusahaan besar, ketinggalan jauh dia kalau tidak melakukan teknologi digitalisasi,” jelas Juliana.

Juliana menegaskan, Munas ini tidak ada kaitannya dengan politik.

“Ketua umum juga memutuskan, mengarahkan kita untuk menggerakkan ekonomi guna memajukan umat,” tambahnya. (*)