Mengenal 3 Jenis Badik di Sulawesi Selatan yang Populer

Setiap daerah di Nusantara memiliki senjata tradisional yang berbeda-beda. Fungsi senjata tradisional bertujuan untuk mempertahankan diri dan kehormatan pada masa lampau. Bagi masyarakat Sulawesi Selatan, Badik merupakan senjata pusaka, dimana disetiap daerah di Sulsel, memiliki jenis badik berbeda-beda.

Sama halnya dengan Keris dari suku Jawa, dahulu Badik wajib dimiliki setiap orang Bugis-Makassar sebagai bekal untuk pertahanan diri dan simbol kehormatan. Memiliki badik bagi suku bugis makassar adalah hal yang wajib sejak dulu. Hal ini sesuai dengan falsafah bugis makassar yang berbunyi : ujung lidah, ujung kelamin, dan ujung badik. Ujung lidah bermakna piawai diplomasi, ujung kelamin berarti pejantan tangguh, ujung badik berarti tidak gentar dan berani mengambil risiko, termasuk resiko kematian.

Dari segi bentuknya, Setiap badik terdiri dari tiga bagian: bilah dari besi pilihan yang memiliki pamor, gagang dan sarungnya. Keistimewaan badik bisa dilihat dari pamornya di bilah, karakter (sissik) dan ukurannya yang pas bagi pemiliknya.

Jenis badik bisa dibedakan dari bilahnya dan gagangnya. Gagangnya biasa dibuat dari kayu Kemuning atau tanduk dan gading. Sedangkan, sarungnya dari kayu Cendana.

Berikut 3 jenis badik di Sulsel yang populer dikutip dari berbagai sumber :

1. Badik Makassar

Badik Makassar memiliki 13 jenis, yang dibedakan dari daerah asal pembuatnya. Seperti Badik jenis Taeng, Bontoala, Bontonompo, Cindakko, dan Campagayya. Orang awam biasa menyebut badik ras Makassar dengan sebutan Badik Lompobattang, karena melihat bentuk bilahnya lebar di bagian bawah, Lompobattang artinya perutnya besar.

2. Badik Bugis

Badik Bugis biasa disebut dengan Badik Gecong, yang memiliki bilah melengkung bagian dalam di dekat gagang. Badik Gecong umumnya berasal dari masyarakat Bugis di sekitar Bone, Soppeng, dan Wajo.

Selain Gecong, ada juga badik jenis Toasi dari Sidenreng. Perbedaan badik Gecong dan Toasi terletak di gagangnya. Badik Toasi memiliki gagang lurus. Selain badik Gecong dan Toasi dari Tanah Bugis, ada juga Badik Raja yang menjadi buruan kolektor pusaka nusantara. Badik Raja memiliki bilah yang memiliki ‘leher’ di dekat gagang, berbeda dengan badik Gecong.

3. Badik Luwu

Sebagai kerajaan tertua di Sulawesi Selatan, Badik Luwu memiliki bilah bagian bawah yang lurus dari gagang hingga meruncing di ujung. Badik Luwu yang memiliki riwayat masa lalu dan pamor yang unik, juga menjadi buruan para kolektor.