BERANDANEWS – Makassar, Aksi geng motor kembali menjadi perhatian serius di Kota Makassar. Dalam kurun waktu 2024 hingga 2026, berbagai tindakan kriminal yang melibatkan kelompok geng motor tercatat berulang dan menunjukkan kecenderungan peningkatan yang mengkhawatirkan.
Sejumlah insiden terjadi pada malam hingga dini hari, saat aktivitas warga mulai berkurang. Di beberapa wilayah seperti Rappocini dan Panakkukang, kelompok geng motor dilaporkan melakukan penyerangan secara berkelompok dengan membawa senjata tajam.
Salah satu kasus menonjol terjadi pada Juni 2025, ketika puluhan remaja yang tergabung dalam geng motor menyerang masjid dan permukiman warga di wilayah Rappocini.
Dalam kejadian tersebut, pelaku membawa senjata tajam seperti samurai dan busur, yang mengakibatkan kepanikan di tengah masyarakat. Aparat kepolisian kemudian mengamankan puluhan pelaku dalam operasi penindakan.
Kasus lain terjadi pada September 2025 di kawasan Panakkukang. Sekelompok geng motor melakukan konvoi sebelum akhirnya menyerang warga dan merusak sejumlah kendaraan. Aksi tersebut kembali melibatkan penggunaan senjata tajam seperti parang dan busur.
Memasuki tahun 2026, aksi geng motor di Makassar masih terus terjadi. Pada April 2026, seorang remaja anggota geng motor dilaporkan menyerang seorang pelajar di kawasan Kecamatan Wajo. Korban mengalami luka serius pada tangan akibat sabetan senjata tajam saat berusaha menangkis serangan tersebut. Pelaku yang tertinggal dari kelompoknya sempat diamuk warga sebelum akhirnya diamankan oleh pihak kepolisian.
Dalam kasus lain di bulan yang sama, tiga remaja yang diduga bagian dari geng motor ditangkap setelah melakukan penyerangan terhadap aparat kepolisian menggunakan busur saat patroli di wilayah Rappocini.
Penangkapan dilakukan setelah warga melaporkan keresahan akibat aksi kelompok tersebut yang kerap berkonvoi dan menyerang di jalanan.
Selain itu, aparat kepolisian juga mengungkap adanya jaringan pendukung aktivitas geng motor, termasuk penggerebekan tempat pembuatan senjata tradisional jenis busur yang diduga digunakan dalam berbagai aksi kekerasan di Makassar.
Berdasarkan pola kejadian selama dua tahun terakhir, tindakan kriminal yang dilakukan geng motor di Makassar meliputi penyerangan terhadap warga, tawuran antar kelompok, perusakan fasilitas umum, serta konvoi liar yang mengganggu ketertiban.
Mayoritas pelaku diketahui berasal dari kalangan remaja, bahkan sebagian masih berstatus pelajar.
Pihak kepolisian telah meningkatkan patroli di titik-titik rawan serta melakukan penindakan terhadap para pelaku. Dalam beberapa operasi, aparat berhasil mengamankan puluhan anggota geng motor beserta barang bukti.
Menanggapi fenomena tersebut, Ketua Umum Pemuda PERTI Sulawesi Selatan, Dr. Ibnu Hajar Yusuf, M.I.Kom, mendorong Pemerintah Kota Makassar dan aparat kepolisian untuk bertindak lebih tegas.
“Fenomena geng motor ini tidak bisa dianggap sepele karena sudah mengancam keamanan masyarakat. Kami meminta Pemerintah Kota Makassar bersama aparat kepolisian untuk mengambil langkah tegas dan terukur guna menekan aksi-aksi tersebut,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).
Ia juga menekankan pentingnya upaya preventif melalui pembinaan generasi muda agar tidak terjerumus dalam aktivitas negatif.
Selain penegakan hukum, berbagai pihak menilai bahwa permasalahan ini juga perlu ditangani dari sisi sosial. Kurangnya pengawasan orang tua, pengaruh lingkungan, serta minimnya kegiatan positif bagi remaja menjadi faktor yang diduga mendorong munculnya geng motor.
“Kita berharap adanya langkah konkret dari pemerintah dan aparat terkait untuk menekan angka kejadian. Dengan meningkatnya kewaspadaan dan kerja sama semua pihak, diharapkan situasi keamanan di Makassar dapat kembali kondusif dan masyarakat dapat beraktivitas dengan tenang”, tambahnya.(*)






