Jelang Pemberlakuan 3 Kategori SIM bagi Pengendara Motor, Berikut syarat Pengurusannya

29

BERANDANEWS – Makassar, Terkait Pembagian tiga kategori Surat Izin Mengemudi (SIM) bagi pengguna kendaraan roda dua atau sepeda motor, akan segera diterapkan dengan tujuan sebagai penilaian bagi pengendara yang mengatur setiap pelanggaran yang dilakukan.

 

Menurut Kasubdit Regident Polda Sulsel, AKBP M Yusuf, persyaratan utama untuk memiki SIM C/ C1/ CII itu harus memiliki SIM C UMUM yang biasa digunakan sebelumnya, atau telah tertatat pengguna SIM C umum. Kemudian saat pembaharuan SIM C Tersebut ketentuan utamanya adalah didasari pada kapasitas CC kendaraan, dengan mengacu pada Perpol Nomor 5 Tahun 2021, yang telah terbagi menjadi 3 Bagian yakni SIM C dengan kapasitas silinder mesin sampai dengan 250 CC, SIM C1 berlaku untuk kendaraan diatas 250 CC hingga 500 CC atau kendaraan yang menggunakan daya listrik, kemudian SIM CII kendaraan bermotor dengan kapasitas silinder mesin diatas 500 CC atau jenis ranmor yang menggunakan daya listrik.

“Syarat utama memiliki SIM C, hingga SIM CII, harus memiliki SIM C umum sebelumnya dan harus melalui tahap uji sesuai peraturan yang berlaku, Ucap, AKBP Muh Yusuf Usman,”.

Bagi pengemudi yang tidak memiliki SIM berarti melakukan pelanggaran Undang-Undang nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Mengenai kewajiban memiliki SIM sebagai sebagaimana diatur dalam pasal 77 UU LLAJ bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib memiliki Surat Izin Mengemudi sesuai dengan jenis kendaraan bermotor yang dikemudikan.

Sanksi ini sebagaimana diatur dalam pasal 281 dalam Undang-Undang yang sama. Dalam pasal tersebut dijelaskan bahwa “Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan yang tidak memiliki Surat Izin Mengemudi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 4 (empat) bulan atau denda paling banyak Rp1.000.000,00 ( satu juta rupiah),” terang AKBP Muh Yusuf Usman,”.

Sebagai bukti kepemilikannya, pengendara kendaraan bermotor juga wajib menunjukkannya kepada petugas ketika diminta atau ada razia kendaraan.

Hal ini juga diatur dalam pasal 288 ayat (2), yakni kewajiban menunjukkan SIM bagi setiap pengendara kendaraan bermotor.

Bagi yang tidak bisa menunjukkan SIM meskipun sejatinya sudah memiliki, tetap dikenakan sanksi tilang.

Saat ini jajaran Ditlantas Polda Sul-sel telah melakukan sosialisasi terkait SIM C, SIM CI, dan SIM CII, melalui media massa dan sosial media sejak februari 2021 lalu. rencananya pemberlakuan SIM tersebut dimulai pada 2022 Mendatang.(rm)