Dua Keluarga terduga Teroris layangkan gugatan ke Pengadilan Negeri Makassar

39

BERANDANEWS – Makassar, Selain menempuh upaya keberatan dengan melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri Makassar, dua keluarga terduga teroris yang ditangkap tim Densus 88, juga akan bersurat ke lembaga negara.

“Iye sementara ini kami baru mengirim surat pengaduan ke Kompolnas, Komisi 3 DPR RI, Mabes Polri dan Komnas Perlindungan Anak,” kata Direktur LBH Muslim Makassar Abdullah Mahir kepada Tim Liputan Berandasulsel.com, Senin (31/5).

Kedua terduga teroris yang ditahan di Polda Sulsel adalah, MJ dan WA. Keduanya adalah bagian dari 53 orang yang ditangkap pascaperistiwa bom bunuh diri pasutri L dan YSF di Gereja Katedral Makassar, 28 Maret 2021 lalu.

Proses Penangkapan dinilai tidak berprosedur

Masing-masing Istri dari terduga teroris meminta perlindungan ke LBH Muslim untuk mengajukan gugatan dan pengaduan. Abdullah menjelaskan, langkah ini merupakan bentuk keberatan pihaknya atas kesewenang-wenangan aparat kepolisian.

Tim kuasa hukum sampai saat ini belum menerima informasi mengenai perkembangan kondisi keduanya.

“Status penangkapan dan penahanan para suami dari kedua klien kami tidak berprosedur, hal itu melanggar KUHAPidana,” tegas Abdullah.

Dalam proses penangkapan saat itu kata Abdullah, pihak kepolisian tidak menyertakan administrasi resmi. Seperti, surat pemeriksaan, penangkapan dan penahanan. Keduanya langsung digiring oleh tim Densus 88 ke Mako Polda Sulsel.

Polisi minta Tim kuasa hukum bersabar

Abdullah mengungkapkan, pihaknya telah berusaha meminta kejelasan ke pihak Polda Sulsel terkait langkah pendampingan yang diambil. Mereka berupaya menemui langsung terduga teroris namun belum diizinkan oleh kepolisian.

Mereka diminta untuk bersabar hingga penyidik Densus 88 memberikan keterangan lanjutan hingga waktu yang belum ditentukan.

“Satu minggu sudah kita menunggu belum juga ada kejelasan. Makanya langakah ini yang kita tempuh,” ucap Abdullah.

Kedua terduga teroris ditangkap di dua lokasi berbeda.

Pihak Polda Sulsel belum sama sekali merespons permintaan tanggapan jurnalis mengenai langkah hukum yang ditempuh keluarga terduga teroris. Berulangkali dihuhubungi, Kabid Humas Polda Sulsel Kombes E Zulpan, tidak merespons telepon dan pesan singkat WhatsApp.

Abdullah sebelumnya menjelaskan, MJ dan WA ditangkap, karena diduga terlibat dalam jaringan kelompok Jemaah Ansharut Daulah (JAD) basis kompleks perumahan Villa Mutiara, Kecamatan Biringkanaya. WA ditangkap di Jalan Teukur Umar,13 April dan MJ ditangkap di Jalan Antang Raya, 25 April.

“Jika dalam KUHAP itu kan masa penahanan hanya 21 hari, kalau tidak ditemukan bukti kuat, harusnya dilepas. Ini justru masih ditahan,” kata Abdullah dalam konferensi pers di Makassar, Jumat (28/5).