BERANDANEWS – Makassar, Wacana mengenai khilafah kembali mencuat dalam sebuah forum diskusi santai yang dikemas melalui kegiatan “ngopi pagi”
Kegiatan yang digelar di Warkop Teras Kinoi, Jalan Talasalapang II, Kecamatan Rappocini Kota Makassar ini mengangkat tema “Haram Jaddah: Eksklusivisme Sistem Khilafah dalam Benak Pengembannya.”
Berbeda dengan diskusi pada umumnya, forum ini menghadirkan pendekatan praktis melalui simulasi sistem. Dalam sesi tersebut, peserta tidak hanya membahas konsep secara tekstual, tetapi juga mempraktikkan peran-peran dalam sistem pemerintahan berbasis khilafah.
Diskusi menekankan proses perubahan kesadaran, mulai dari kesadaran personal hingga kesadaran sosial yang matang.
Selain itu, dibahas pula bagaimana sistem Islam yang sebelumnya dianggap asing dapat menjadi sesuatu yang lazim melalui kontribusi sosial yang berkelanjutan hingga pada tahap koreksi sosial.
Pendekatan ini dinilai selaras dengan upaya meningkatkan pemahaman masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang keliru terkait khilafah. Dalam forum tersebut juga disinggung pentingnya membedakan antara konsep khilafah yang dianggap “murni” dan yang dinilai menyimpang.
Melalui simulasi, peserta diberi ruang untuk berperan aktif dalam berbagai posisi, seperti wali wilayah, direktur Baitul Mal, perencana kota dan permukiman, sektor pertanian, hingga peran-peran strategis lainnya seperti Amirul Jihad, Qadhi Hisbah, dan Mu’awwin.
Diskusi juga melibatkan dinamika pengambilan keputusan, baik dalam konteks domestik maupun respons terhadap isu global.
Menariknya, forum ini diklaim berlangsung terbuka tanpa resistensi, baik dari peserta yang pro maupun kontra terhadap konsep khilafah. Bahkan, dalam simulasi tersebut digambarkan bahwa seluruh warga, termasuk non-muslim, tetap mendapatkan pengelolaan dan perlindungan dalam sistem.
Meski beberapa peran penting seperti Qadhi Madzholim dan aparat keamanan tidak hadir, dukungan tetap mengalir dari sejumlah akademisi alumni Timur Tengah serta tokoh masyarakat yang berhalangan hadir.
Seorang advokat di Makassar juga memberikan respons dan mengusulkan agar diskusi selanjutnya mengangkat tema geopolitik yang tengah berkembang.
Forum ini ditutup dengan harapan adanya pertemuan lanjutan untuk memperdalam pembahasan, sekaligus memperluas perspektif peserta terhadap dinamika sistem pemerintahan dan isu global.(ril)






