ASN Pemkot Ikuti Capacity Building Temasek Foundation di Singapura, Danny Pomanto: Upaya Wujudkan Makassar Kota Dunia

85
ASN Pemkot Ikuti Capacity Building Temasek Foundation di Singapura, Danny Pomanto: Upaya Wujudkan Makassar Kota Dunia

BERANDANEWS – Makassar, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto kembali melakukan kunjungan kerja ke Singapura, Senin (12/12).

Berbeda dengan kunjungan sebelumnya, kali ini Danny Pomanto  memboyong 20 orang ASN Pemkot Makassar.

Mereka mengikuti capacity building yang diselenggarakan Temasek Foundation dan Singapore Cooperation Enterprise (SCO).

Public Administration (Sustainable Smart Cities) Programme in Indonesia merupakan program kerja sama Pemkot Makassar.

Berlangsung di Singapura mulai 12-15 Desember 2022.

Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto  mengatakan capacity building yang diikuti 20 ASN Pemkot Makassar merupakan hibah atau bantuan dari Temasek Foundation dan SCE.

“Ini luar biasa sekali, karena ini salah satu visi kami menjadikan Makassar Kota Dunia. Diawali dari SDM yang berkhas dan bervisi kota dunia,” kata Danny Pomanto.

Menurut Danny Pomanto, Singapura adalah salah satu contoh terbaik di seluruh dunia yang berhasil mengkompilasikan semua perencanaan dan pikiran-pikiran di seluruh dunia.

Pujian itu disampaikan Danny Pomanto usai mengunjungi Urban Redevelopment Authority (URA) bersama ASN Pemkot Makassar untuk melakukan Singapura City Gallery Tour.

“URA ini adalah galery untuk melihat sejarah Singapura dari hari ke hari. URA merupakan otoritas yang mengatur perencanaan kota Singapura dan berada dibawah wewenang Kementerian Pembangunan Nasional Pemerintah Singapura,” paparnya.

Otoritas ini didirikan pada tanggal 1 April 1974 yang memiliki arti  sangat penting bagi negara Singapura, karena Singapura adalah negara yang sangat padat dimana penggunaan lahan diharuskan efisien dan maksimal untuk mengurangi pemborosan lahan dalam menghadapi keterbatasan lahan.

URA juga bertanggung jawab untuk membantu memfasilitasi keharmonisan tata kota agar menghindari terjadinya segregasi, dan juga mencari cara untuk memperbaiki estetika dan mengurangi kemacetan. Hal ini juga berpengaruh terhadap konservasi bangunan bersejarah dan budaya juga situs warisan nasional.(*)