BERANDANEWS – Luwu, Hutan Penelitian dan Wisata Gunung Simoma Desa Temboe Kecamatan Larompong Selatan Kabupaten Luwu mengalami kerusakan akibat adanya penebangan liar.
Akibat rusaknya Hutan Simoma, satwa yang mendiami hutan tersebut mulai memasuki area pemukiman warga. Kawanan Kera diduga keluar dari hutan untuk mencari makan dipemukiman warga.
Rusaknya Hutan Simoma akibat adanya oknum yang melakukan pembuatan badan jalan di tengah-tengah Hutan dengan menebang pohon-pohon yang dilindungi.
Warga Desa Temboe, Tajuddin, mengungkapkan kalau kera-kera yang ada Hutan Simoma ini sudah banyak yang keluar mencari makan.
“Kawanan Kera ini, sebelum hutan dirusak ada beberapa ekor yang keluar dari hutan dan mencari makan di perkampungan warga, namun setelah hutan ini dirusak Kawanan Kera yang keluar dari hutan ini bertambah” ucapnya.
Tajuddin mengaku sering melihat Kawanan Kera ini mencari makan disekitar rumahnya.
“Paska dirusaknya hutan ini, semakin banyak Kera yang mencari makan di luar hutan, baik di perkampungan warga maupun di kebun-kebun warga termasuk kebun saya sendiri” ungkap Tajuddin , Rabu, (14/6).
Jumlahnya mencapai ratusan ekor kera yang terbagi beberapa kelompok yang selalu datang makan pisang, langsat atau Durian yang ada dalam kebun miliknya.
“Sudah ada sekitar 500 ekor Kera yang ada di Hutan Simoma ini, karena kelompok Kera yang sering masuk di kebun saya itu, berbeda kelompok dengan dengan Kera yang menyeberang ke Dusun Ponnori, yakni perkampungan sekitar pantai” ucapnya.
Tajuddin juga menceritakan bahwa kawanan Kera itu dipimpin 1 ekor yang besar dan berbulu merah seperti jenis kera orang utan.
“Saya juga kaget pas melihat pimpinan kawanan Kera itu, ternyata ada yang sebesar manusia dewasa dan berbulu lebat warna merah bata, kemungkinan itu jenis Orang Utan” ucapnya.
Dihadapan media eksposindo,Tajuddin mengungkapkan bahwa bukan cuma 1 ekor yang jenis Orang Utan tersebut, namun dia pernah melihatnya 3 ekor.
“Saya prihatin pak dengan kondisi Kera-kera tersebut, makanya kalau saya dapatkan ambil buah dalam kebun, saya biarkan saja, bahkan saya juga sering memberikan langsung Pisang kepada kawanan Kera tersebut”
“Kawanan Kera ini mulai bersahabat dengan warga, sudah banyak warga yang sering memberikan makanan ke Kawanan Kera tersebut” sambungnya.
Tajuddin dan warga Simoma berharap jika Hutan Simoma ini mau di rehabilitasi maka pemerintah harus menanam pohon yang berbuah agar makanan Kawanan Kera ini nantinya bisa tercukupi dan tidak keluar lagi dari hutan untuk mencari makan. (*)






