BERANDANEWS — Jakarta, Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menegaskan komitmen jajarannya untuk melipatgandakan intensitas penindakan terhadap jaringan peredaran gelap narkotika di Indonesia.
Langkah ini diambil merespons maraknya aktivitas peredaran barang haram tersebut di berbagai daerah.
“Peredaran narkoba saat ini sudah semakin masif. Karena itu, kita harus bergerak lebih masif dalam melakukan tindakan penegakan hukum,” tegas Jenderal Suyudi, Rabu (14/10/2026).
Untuk meredam ruang gerak para bandar, Kepolisian Republik Indonesia bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) menggelar operasi terpadu secara serentak di sejumlah kawasan rawan, mulai dari DKI Jakarta, Sumatra Utara, Riau, Sumatra Selatan, hingga Sulawesi dan Kalimantan.
Ratusan Orang Diamankan dari Berbagai Wilayah Rawan
Dalam operasi skala besar yang menyasar titik-titik rawan peredaran narkotika, petugas gabungan mengamankan puluhan hingga ratusan orang dari berbagai lokasi:
DKI Jakarta
Operasi gabungan di kawasan Kampung Ambon dan Kampung Boncos berhasil menjaring 24 orang terduga pelaku.
Makassar (Sulsel)
Operasi besar-besaran di kawasan Borta, Kecamatan Tallo, menjaring sebanyak 104 orang, termasuk tiga terduga bandar besar.
Sumatra Utara
Penindakan di sembilan titik lokasi rawan menghasilkan penangkapan 36 orang beserta barang bukti puluhan gram sabu.
Riau
Penggerebekan di salah satu tempat hiburan malam mengamankan 68 orang, di mana 63 orang di antaranya positif mengonsumsi narkotika dari hasil tes urine.
Penindakan serupa juga digelar secara simultan di wilayah Palu (Sulawesi Tengah), Palembang (Sumatra Selatan), hingga Palangka Raya (Kalimantan Tengah).
Perlu Sinergi Lintas Sektor
Kapolri menegaskan bahwa upaya pemberantasan kejahatan narkotika tidak bisa dibebankan kepada aparat penegak hukum semata, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat dan instansi terkait.
“Pemberantasan narkoba tidak bisa dilakukan sendiri. Diperlukan kerja sama seluruh pihak agar peredaran narkotika dapat dicegah dan ruang gerak para bandar semakin sempit,” pungkas Jenderal Suyudi.(*)





