BERANDANEWS — Gowa, Suasana hening di Kelurahan Samata, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa mendadak pecah oleh jeritan histeris dan kepulan asap pekat pada Senin (5/10/2026) dini hari.
Warga yang panik dan berbondong-bondong mendobrak pintu rumah justru disambut pemandangan mengerikan: pasangan suami istri ditemukan tewas mengenaskan di dalam rumah yang terkunci dari dalam.
Pria bernama Ansar Daeng Nappa (44) ditemukan tewas dengan kondisi tubuh terbakar hebat. Sementara istrinya, Shariana Dg Tayu (34), tergeletak tak bernyawa dengan puluhan luka tikaman tajam di sekujur tubuhnya.
Tragedi memilukan ini terungkap saat seorang warga setempat, Syamsul Bahri, curiga mendengar teriakan minta tolong disusul munculnya asap tebal dari rumah pasangan tersebut sekitar pukul 01.00 WITA.
Merasakan ada yang tak beres, Syamsul langsung memanggil tetangga sekitar. Warga terpaksa merusak gembok pagar dan mendobrak pintu utama untuk menerobos masuk ke dalam rumah.
“Saksi bersama warga merusak pintu dan kunci rantai gembok pagar milik korban, kemudian masuk ke rumah dan melihat korban pria sedang terbakar,” ujar Kapolsek Somba Opu, Kompol Hambali, Senin (5/10/2026).
Warga yang panik langsung berupaya memadamkan kobaran api yang masih menyelimuti tubuh Ansar menggunakan ember dan peralatan seadanya. Namun, hantaman api yang terlalu dahsyat membuat nyawa Ansar tak lagi tertolong.
Ditemukan 20 Luka Tikam pada Jasad Sang Istri
Kepedihan warga kian memuncak saat menyisir bagian dalam rumah. Di ruangan lain, mereka menemukan Shariana sudah dalam kondisi kaku tak bernyawa bersimbah darah.
Pemeriksaan awal mengungkapkan fakta mengerikan, terdapat tak kurang dari 20 luka tusukan pisau di tubuh Shariana.
Dugaan sementara kepolisian mengarah pada aksi pembunuhan tragis yang disusul tindakan mengakhiri hidup oleh sang suami.
“Sang istri meninggal dunia diduga akibat dianiaya menggunakan pisau oleh suaminya. Setelah itu, suami diduga nekat mengakhiri hidupnya dengan cara menyiramkan bensin ke tubuhnya sendiri lalu membakarnya,” terang Kompol Hambali.
Kini, kedua jenazah telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk menjalani pemeriksaan medis forensik. Pihak kepolisian masih terus melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan saksi guna membongkar motif di balik peristiwa berdarah ini.(*)





