Kebakaran landa Permukiman Padat Penduduk di Lorong 142D Tinumbu Makassar

BERANDANEWS — Makassar, Kepanikan luar biasa melanda warga di kawasan permukiman padat Jalan Tinumbu, Lorong 142D, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Kamis dini hari (1/10/2026).

Musibah kebakaran hebat melahap rumah-rumah warga di dalam lorong saat mayoritas penghuni tengah terlelap tidur.

Gumpalan asap pekat dan kobaran api yang membesar dengan cepat memaksa ratusan warga berhamburan ke luar rumah untuk menyelamatkan diri serta menyelamatkan barang-barang berharga seadanya.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Makassar yang menerima laporan darurat langsung menerjunkan sedikitnya 7 hingga 8 unit armada pemadam ke lokasi kejadian.

Petugas Damkar bergerak cepat melakukan lokalisasi titik api dengan menyemprotkan air dari berbagai arah guna mencegah korona api merembet ke deretan rumah panggung dan bangunan permanen lainnya di sekitar lokasi.

Berdasarkan kronologi sementara di lapangan, titik api pertama kali menyala dari salah satu rumah warga di dalam Lorong 142D.

Kencangnya tiupan angin dini hari serta konstruksi bangunan yang rapat membuat si jago merah menyebar dengan sangat cepat.

“Warga yang melihat kobaran api langsung berteriak minta tolong dan mengontak Mako Damkar. Armada langsung diterjunkan dan tiba di lokasi untuk melakukan pemadaman serta pendinginan,” ujar salah seorang warga di lokasi kejadian.

Akses lorong yang sempit dan pemukiman yang amat padat menjadi tantangan tersendiri bagi personel armada Damkar di lapangan. Kerap kali bentangan selang pemadam harus ditarik ratusan meter menembus lorong sempit untuk menjangkau titik pusat kebakaran.

Hingga Kamis pagi, petugas masih terus melakukan penanganan akhir serta pendinginan untuk memadamkan sisa-sisa bara api.

Sementara itu, pihak kepolisian bersama petugas Damkar masih melakukan pendataan resmi mengenai jumlah pasti bangunan yang hangus terbakar, perkiraan kerugian material, penyebab utama kebakaran, serta memastikan ada tidaknya korban jiwa dalam musibah ini.(*)