BERANDANEWS — Jakarta, Pemerintah Indonesia bersiap menorehkan babak baru dalam rantai logistik dan pemerataan ekonomi perdesaan.
Jaringan Koperasi Desa dan Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih dijadwalkan bakal beroperasi secara serentak di seluruh penjuru tanah air mulai 1 Oktober 2026.
Meski demikian, hingga akhir September 2026, kesiapan fisik gerai di lapangan baru menyentuh angka 26.661 unit yang telah rampung 100 persen secara nasional. Jumlah ini sedikit di bawah total tenaga pengelola terlatih yang telah disiapkan.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), mengungkapkan bahwa sumber daya manusia (SDM) yang telah dilatih sebagai manajer profesional telah melampaui angka 30 ribu orang dan siap diterjunkan ke gerai-gerai desa.
“Manajer yang sudah dilatih ada 30 ribu orang lebih, tapi jumlah bangunan koperasinya belum sebanyak itu. Penempatan manajer untuk mulai beroperasi akan rampung pada 1 Oktober,” terang Zulhas usai Rapat Koordinasi di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa (29/9/2026).
Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) selaku BUMN induk operasional, Joao Angelo De Sousa Mota, membeberkan bahwa kesiapan infrastruktur di lapangan menunjukkan tren positif.
Sebagai bukti konkret, proyek percontohan (pilot project) yang telah berjalan di Jawa Timur terbukti ampuh menggerakkan roda ekonomi warga.
“Per Mei 2026 di Jawa Timur, dari 1.081 Kopdes yang diresmikan Presiden, hari ini telah membukukan akumulasi transaksi mencapai Rp 31 miliar,” papar Joao.
Guna menjaga profesionalisme pengelolaan gerai perdesaan ini, para manajer diikat dengan Perjanjian Kerja Waktu Pertentu (PKWT) selama dua tahun di bawah naungan PT Agrinas Pangan Nusantara. Pemerintah menetapkan standar gaji terpadu yang sangat menjanjikan untuk tingkat desa.
“Status mereka pegawai kontrak BUMN Agrinas dengan pendapatan antara Rp 6,8 juta hingga Rp 8,3 juta disesuaikan UMK daerah. Angka ini mencakup seluruh beban kerja karena tanggung jawab pengelola di lapangan sangat berat,” tegas Zulhas.
Zulhas menggarisbawahi bahwa Kopdes Merah Putih didesain bukan sebagai supermarket komersial percontent, melainkan sebagai simpul infrastruktur strategis negara dalam mendistribusikan subsidi serta bantuan sosial secara tepat sasaran.
Melalui kerja sama dengan berbagai BUMN di bawah naungan Danantara, gerai Kopdes Merah Putih akan menjadi penyalur resmi pupuk subsidi, beras SPHP, bantuan pangan, LPG 3 kg, loket pembayaran listrik, agen BRIlink, hingga penyedia subsidi bunga PNM Mekaar.
Pemerintah berencana menggelar evaluasi berkala pada 7 Oktober serta aksi peninjauan langsung oleh para menteri pada 15 Oktober 2026 mendatang untuk memastikan seluruh gerai beroperasi secara optimal demi melayani kebutuhan masyarakat desa.(*)





