Mamuju Diterjang Badai Tengah Malam! Atap Tempat Usaha Rata dengan Tanah, Suara Dentuman Bikin Warga Panik

Pohon tumbang menimpa rumah dan kendaraan warga di Jalan Ratulangi, Kelurahan Binanga, Mamuju (IST)

BERANDANEWS – Mamuju, Suasana dini hari di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), berubah menjadi detik-detik mencekam. Hujan deras yang disertai terpaan angin kencang melanda wilayah tersebut sejak Ahad (27/9/2026) malam hingga mencapai puncaknya pada Senin (28/9/2026) sekira pukul 04.00 WITA subuh.

Musibah cuaca ekstrem ini memicu kerusakan parah pada sejumlah bangunan pemukiman dan tempat usaha warga, serta merubuhkan pohon berukuran besar yang menutup total akses jalan utama.

Dampak angin kencang terlihat jelas di Perumahan Zarindah, Jalan RE Martadinata, Kelurahan Simboro, Kecamatan Simboro. Di lokasi tersebut, material atap kanopi dan seng milik warga roboh terkelupas dan ambruk tak sanggup menahan hempasan angin.

Kerusakan kian parah melanda sebuah tempat usaha pencucian mobil di Jalan Urip Sumoharjo, Kelurahan Karema. Rangka baja ringan dan atap kanopi seng bernuansa oranye milik tempat usaha tersebut roboh total hingga rata dengan tanah, menyisakan puing-puing besi dan seng yang berserakan di jalanan basah.

Nasrullah, salah seorang warga setempat, menceritakan kepanikan warga saat gemuruh angin menghancurkan bangunan di sekitar tempat tinggalnya.

“Iya, tadi waktu deras hujan dan angin kencang tiba-tiba kami kaget mendengar suara dentuman keras sekali. Ternyata itu atap dan rangka bangunan tetangga kami yang ambruk disapu angin,” tutur Nasrullah di lokasi kejadian.

Tak hanya merusak bangunan, terpaan badai juga melumpuhkan akses menuju kompleks perkantoran Gubernur Sulawesi Barat di Jalan H. Abd. Malik Pattana Endeng, Desa Rangas. Sebuah pohon berukuran besar tumbang dari tepi tebing dan membentang tepat di tengah badan jalan.

Rimbunnya dahan dan dedaunan pohon yang menutup seluruh jalur beraspal membuat kendaraan roda dua maupun roda empat tak dapat melintas, terutama di tengah kondisi pencahayaan jalan yang terbatas menjelang subuh.

Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa. Pihak terkait beserta warga setempat masih bergotong-royong melakukan pembersihan puing-puing serta evakuasi ranting pohon, sembari menunggu pendataan resmi kerugian material dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mamuju.(*)