Era Baru Unasman: Rektor Muhammad Massyat Dorong Kampus Berdampak Nyata

Pelantikan Dr. Muhammad Massyat, S.Sos., M.I.Kom. sebagai Rektor Universitas Al Asyariah Mandar (Unasman) Masa Bakti 2026–203

BERANDANEWS – Polman, Pelantikan Dr. Muhammad Massyat, S.Sos., M.I.Kom. sebagai Rektor Universitas Al Asyariah Mandar (Unasman) Masa Bakti 2026–2030 pada Jumat (11/9/2026) menjadi momen reorientasi arah pembangunan kampus.

Dalam pidato perdananya usai dilantik oleh Ketua Yayasan Al Asyariah Mandar, Annangguru KH. Muh. Syibli Sahabuddin, Massyat menegaskan bahwa keberhasilan kepemimpinannya tidak diukur dari banyaknya agenda formal, melainkan dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.

“Pertanyaan penting bagi saya sebagai rektor baru adalah mau dibawa ke mana Unasman ke depan. Bagi saya, ukurannya bukan seberapa banyak acara dan program yang saya ikuti, melainkan sejauh mana pengakuan masyarakat bahwa Unasman semakin baik dan dirasakan manfaatnya,” tegas Massyat.

Untuk mewujudkannya, ia mendorong kolaborasi riset terapan, pemanfaatan teknologi, dan sinergi erat dengan pemerintah daerah. “Pemerintah memiliki sumber daya manusia dan kebijakan, sedangkan perguruan tinggi memiliki ilmu pengetahuan. Kolaborasi inilah yang harus diperkuat,” lanjutnya.

Ketua Yayasan Unasman, Annangguru KH. Muh. Syibli Sahabuddin, mengingatkan pentingnya selalu sejarah pembentukan kampus yang berkaitan erat dengan lahirnya Sulawesi Barat.

“Saya ingin menyampaikan sesuatu yang selama ini mungkin diabaikan, yakni sejarah lahirnya Sulbar dan keberadaan penting Unasman. Kalau tidak ada Unasman, mungkin tidak ada Sulawesi Barat,” ujar Syibli.

Syibli menjelaskan bahwa tugas utama rektor adalah mengelola transisi dari kondisi ‘belum’ menjadi ‘sudah’. Untuk memotivasi kepemimpinan baru agar bergerak cepat menghadapi tantangan zaman, ia menyampaikan sebuah anekdot filosofis.

“Saya ingin menyampaikan anekdot dari Schopenhauer, seorang filsuf Jerman”, kutip Annangguru.

“Seekor rusa setiap fajar terbangun dari tidurnya dan akan berlari sekencang-kencangnya karena sadar ia akan menjadi mangsa singa. Begitu sebaliknya, singa setiap fajar terbangun dari tidurnya dan akan berlari sekencang-kencangnya karena sadar jika tidak berlari kencang, ia tidak akan bisa makan. Pesannya, kita semua harus berlari kencang menghadapi tantangan zaman,” pesan Syibli.

Dukungan penuh mengalir dari Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar. Bupati Polman, H. Samsul Mahmud, S.IP., yang juga merupakan alumni Unasman, menyampaikan rasa bangganya terhadap almamater.

“Sebagai alumni, saya bangga berdiri di sini. Saya dapat mengabdi di daerah berkat Unasman. Pelantikan ini adalah amanah dan tanggung jawab moral untuk menjawab tantangan masyarakat,” kata Samsul.

Ia berharap Unasman terus berinovasi dan menjadi pusat pengembangan intelektual di Sulawesi Barat. “Saya ingin Unasman membangun kepemimpinan yang terbuka, konsisten menjaga mutu, dan berani berinovasi agar mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional,” tuturnya.

Sinergi serupa ditegaskan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui Asisten II Setda Prov. Sulbar, yang menekankan pentingnya kolaborasi aktif antara kampus dan pemerintah, termasuk memanfaatkan program beasiswa daerah untuk mencetak SDM unggul.(*)