PLN Sulselrabar Digeruduk Mahasiswa: Imbas Pemadaman Bergilir, GM PLN Didesak Mundur!

BERANDANEWS — Makassar, Gelombang protes atas terganggunya pasokan listrik di Sulawesi Selatan terus memuncak.

Puluhan aktivis yang tergabung dalam Front Mahasiswa Pinggiran (FMP) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor PLN UID Sulselrabar, Jalan Letjend Hertasning, Makassar, Senin (7/9/2026) siang.

Aksi tersebut diwarnai orasi ilmiah dan pembentangan spanduk tuntutan. Mahasiswa mengecam kebijakan pemadaman listrik bergilir yang dinilai melumpuhkan aktivitas ekonomi serta kenyamanan masyarakat di Kota Makassar dan sekitarnya.

Jenderal Lapangan FMP, Maulana Yusdianto, menegaskan bahwa alasan klasik PLN terkait pemeliharaan infrastruktur dan penurunan debit air Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) akibat musim kemarau menunjukkan lemahnya perencanaan manajerial.

“Fenomena musim kemarau bukan kondisi yang mendadak atau tidak bisa diantisipasi. PLN seharusnya memiliki contingency plan dan skenario pengamanan pasokan yang matang. Kenapa masyarakat yang selalu dikorbankan untuk menanggung dampaknya?” cercar Maulana di tengah aksi.

FMP menilai PLN UID Sulselrabar gagal mengoptimalkan variasi sumber pembangkit lain sehingga terjadi ketergantungan fatal pada pembangkit berbasis hidrologi.

Dalam aksi tersebut, FMP melempar tujuh tuntutan krusial:

1. Hentikan Pemadaman
Mendesak penghentian segera pemadaman listrik bergilir.

2. Evaluasi Total
Melakukan audit menyeluruh pada manajemen transmisi, distribusi, dan pasokan kelistrikan Sulselrabar.

3. Mitigasi Kemarau
Menyiapkan skenario teknis hadapi penurunan debit air PLTA.

4. Diversifikasi Pembangkit
Mengoptimalkan seluruh potensi jenis pembangkit cadangan.

5. Transparansi Informasi
Membuka data kapasitas sistem dan jadwal pemadaman secara jujur kepada publik.

6. Evaluasi Kinerja Pimpinan
Mendesak evaluasi menyeluruh terhadap kinerja jajaran direksi regional.

7. Copot GM PLN
Menuntut pencopotan General Manager PLN UID Sulselrabar jika terbukti gagal secara manajerial.

Mahasiswa mengancam akan kembali menggelar aksi unjuk rasa dengan eskalasi massa yang lebih besar apabila jajaran pimpinan PLN UID Sulselrabar tidak segera memberikan respons konkret atas tuntutan mereka.(*)