BERANDANEWS – Makassar, Pagi baru saja merayap ketika hamparan halaman Masjid Al-Markaz Al-Islami memutih dipenuhi ribuan warga, Sabtu (5/9/2026).
Di bawah naungan langit Makassar yang berminggu-minggu gersang tanpa setetes pun air hujan, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin (Appi) bersimpuh bersama rakyatnya, melangitkan doa khusyuk dalam Salat Istisqa demi memohon ketukan rahmat Sang Pencipta.
Suasana haru menyeimbali setiap rakaat salat yang dipimpin Imam Hasan Basri, disusul khotbah bernas dari Imam Besar Al-Markaz, Prof. Muammar Bakry.
Di tengah derita krisis air bersih, ancaman kebakaran, hingga pemadaman listrik bergilir yang mencekik warga, doa bersama ini menjadi tempat bersandar terakhir setelah seluruh ikhtiar bumi dikerahkan.
“Hari ini kita hadir bersama-sama sebagai bentuk penghambaan. BMKG memprediksi hujan baru turun akhir Oktober, tapi itu manusia yang memperkirakan. Hari ini kita mengetuk pintu Sang Pengatur Alam agar hujan disegerakan,” ucap Appi
Sisi kemanusiaan begitu kental dalam momen ini. Appi juga membagikan cerita getir warga di lapangan yang saban hari menantikan armada tangki air. Pemerintah Kota Makassar bergerak menyiram dahaga warga dengan mengerahkan armada Damkar dan BPBD yang melayani 50 hingga 60 titik kekeringan setiap harinya.
Tak berhenti di situ, intervensi darurat juga menyasar sumur-sumur warga.
“Kemarin saya temukan satu mesin pompa jalan nonstop 24 jam demi mengover dua RW. Langsung kita intervensi mesin baru. Di mana ada sumber air yang tersisa, Pemkot langsung turun tangan,” tutur Appi.
Sebagai langkah jangka panjang, Pemkot Makassar kini tengah mengejar pembangunan 18 titik Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) baru.
Bagi Appi dan warga Makassar, Salat Istisqa pagi ini adalah perpaduan antara kepasrahan jiwa dan janji pemerintah untuk terus hadir membagikan air hingga hujan benar-benar membasahi tanah Daeng.(*)





