BERANDANEWS – Takalar, Sabtu sore di Desa Balang Tanaya, Kecamatan Polong Bangkeng Timur, Kabupaten Takalar, seharusnya menjadi momen penuh kehangatan keluarga. Nuru’ Daeng Ngampa (52) sedang menghabiskan waktu bersama cucunya, membilas tubuh mungil itu dengan guyuran air segar.
Namun, keceriaan sederhana seorang kakek itu seketika berubah menjadi mimpi buruk yang mencekam.
Tanpa peringatan, adik kandungnya sendiri, Rahman Daeng Liwang (48), datang membawa sebilah golok.
Dalam sekejap, ruang aman yang diciptakan sang kakek hancur saat serangan senjata tajam mendarat secara bertubi-tubi di tubuhnya. Bahkan saat korban terkulai tak berdaya, tindakan brutal itu tak langsung terhenti.
Warga sekitar yang panik berhamburan memberikan pertolongan dan melarikan korban ke Rumah Sakit Maryam.
Namun, takdir berkata lain. Setelah melalui masa kritis di bawah perawatan intensif, Nuru’ Daeng Ngampa menghembuskan napas terakhirnya. Tangis histeris keluarga pun pecah meratapi kepergian korban yang tragis.
Fakta Pengusutan dan Dugaan Motif
Aparat Kepolisian Sektor Polong Bangkeng Utara bergerak cepat mengamankan lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta menggali keterangan dari para saksi mata.
Pelaku beserta barang bukti sebilah golok telah diamankan dan digelandang ke Mapolres Takalar untuk proses pemeriksaan hukum lebih lanjut.
Dugaan Sementara, Kapolsek Polong Bangkeng Utara, Iptu Haris, menyampaikan bahwa indikasi awal memicu aksi nekat tersebut berhubungan dengan kondisi psikologis pelaku. Pelaku diduga kuat mengalami depresi berat saat melakukan penyerangan.
“Kami masih melakukan penyelidikan terkait peristiwa pembunuhan yang menewaskan seorang petani, dugaan sementara pelaku alami depresi,”ujar Iptu Haris, Sabtu (29/8/2026).
Tragedi ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan warga setempat. Jenazah Nuru’ Daeng Ngampa kini telah disemayamkan dan rencananya akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kecamatan Polong Bangkeng Timur.(*)





